Bukan cuma Rosé BLACKPINK, Jennie, YoonA dan Stray Kids juga pernah jadi korban rasisme Barat
Dari foto yang sengaja dipotong hingga komentar bernada merendahkan, sederet insiden terhadap para idol Korea seakan menegaskan dunia hiburan Barat masih belum sepenuhnya terbebas dari rasisme terhadap orang Asia.
(Dari kiri ke kanan) Rosé BLACKPINK, Jennie BLACKPINK dan Stray Kids. (Foto: Komunitas online media sosial)
Ketika majalah Elle UK memotong wajah Rosé BLACKPINK dari foto di sebuah acara fashion ternama pekan lalu, banyak penggemar menilai itu bukan sekadar kesalahan editorial. Kejadian ini menambah panjang daftar insiden rasisme yang kerap dialami idol K-pop di dunia hiburan Barat.
Kontroversi ini terjadi setelah Rosé menghadiri fashion show Saint Laurent koleksi musim semi/musim panas 2026 di Paris pada akhir September lalu. Rosé hadir sebagai global ambassador Saint Laurent, peran yang sudah ia jalani sejak 2020.
Majalah Elle UK kemudian mengunggah foto para selebritas yang hadir pada acara tersebut, termasuk satu foto bersama yang menunjukkan Hailey Bieber, Zoë Kravitz, dan Charli XCX. Namun, Rosé dipotong dari foto itu.
Sejumlah majalah fashion lain, seperti Vogue mengunggah foto versi lengkap, dan dari situ penggemar mengetahui bahwa Rosé seharusnya ada di foto itu karena ia berpose di sebelah Charli XCX pada saat itu.
Para penggemar langsung mengecam tindakan itu dan menyebutnya sebagai bentuk diskriminasi rasial dari Elle UK terhadap Rosé BLACKPINK.
Situasi semakin memanas ketika Charli XCX membagikan foto ketika Rosé tampak tertutup bayangan. Sementara, Hailey Bieber ikut mengunggah ulang foto itu di Instagram Stories.
Saat kritik terhadap Elle UK semakin besar, majalah itu akhirnya mengunggah foto Rosé berpose sendirian, namun kemarahan publik belum juga reda.
REAKSI ROSE BLACKPINK
Di tengah hangatnya isu rasisme, Rosé sendiri sudah memberikan responnya. Ia membagikan foto dan video dari acara itu di media sosialnya pada awal Oktober, sembari menulis ucapan terima kasih kepada direktur kreatif Anthony Vaccarello.
"Terima kasih sudah mengundangku ke pertunjukan yang luar biasa. Karya Anda sangat indah. Salam sayang."
Dugaan rasisme semacam ini sungguh disayangkan, apalagi ketenaran Rosé sudah melampaui di industri fashion.
Tahun lalu, lagu kolaborasi Rosé bersama Bruno Mars berjudul APT. memenangkan penghargaan Song of the Year di MTV Video Music Awards. Rosé merupakan idol K-pop pertama yang meraih penghargaan tersebut, menurut laporan The Korea Times.
RASISME TERHADAP IDOL K-POP LAIN
Bukan hanya Rosé, sejumlah artis K-pop lain juga tercatat pernah mengalami perlakuan serupa. Mulai dari pengabaian di karpet merah hingga komentar merendahkan, para idol ini mengalaminya bahkan saat karier mereka tengah melesat di dunia internasional.
Pada Festival Film Cannes ke-77, Mei 2024, anggota Girls' Generation (SNSD), YoonA, dihentikan oleh seorang petugas keamanan perempuan saat hendak berpose untuk fotografer.
YoonA awalnya tetap tersenyum dan tenang, namun akhirnya terlihat canggung ketika petugas itu terus menghalanginya.
Belakangan diketahui bahwa petugas yang sama juga menghalangi penyanyi kulit hitam Kelly Rowland dan aktris asal Dominika, Massiel Taveras, memunculkan dugaan bahwa perilaku itu bermotif rasial, menurut laporan Korea JoongAng Daily.
Perlakuan rasisme lainnya dialami Stray Kids sebagai grup K-pop pertama yang secara penuh menghadiri Met Gala pada 2024.
Beberapa reporter di pertunjukkan fashion paling bergengsi itu dilaporkan berkomentar kepada boy band itu, "Kalian pendek, coba lompat," atau "Aku belum pernah lihat wajah sekaku ini."
Pemimpin grup Bang Chan, yang berdarah Korea-Australia, dengan tenang membawa para anggotanya untuk meninggalkan area foto, menurut laporan The Korea Herald.
Rekan Rosé sesama anggota BLACKPINK, Jennie, juga pernah menghadapi tuduhan perlakuan rasis dalam acara fashion show Chanel Cruise 2024.
Aktris Margaret Qualley menyentuh rambut Jennie BLACKPINK yang baru diwarnai pirang sambil bertanya, "Ini rambut asli?" dikutip dari South China Morning Post.
Ketika Jennie hendak mencium pipi Qualley untuk berpose di depan kamera, sang aktris justru memalingkan wajahnya. Sikap Qualley dikritik karena dianggap sedikit rasis.
Sejumlah penggemar membela Qualley, berpendapat bahwa mungkin ia memang tidak nyaman dengan kontak fisik semacam itu. Namun, sejumlah foto lawasnya yang beredar menunjukkan ia pernah berciuman pipi dengan banyak selebritas, sehingga anggapan itu terbantahkan.
Sederet insiden yang diduga bermuatan rasis ini sungguh disayangkan, utamanya ketika terjadi di tengah meluasnya pengaruh budaya pop Korea, atau Hallyu, di panggung hiburan internasional.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.