Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Bolehkah anak kecil minum matcha latte?

Hati-hati, minuman yang sedang viral ini mengandung kafein yang bisa bikin efek serius buat tubuh kembang anak-anak.

Bolehkah anak kecil minum matcha latte?

Ilustrasi anak kecil meminum matcha latte. (Foto: iStock/ROHE Creative Studio)

Kamu baru saja memesan strawberry matcha latte yang lagi viral di TikTok, dan keponakanmu yang masih SD langsung bilang, "Aku mau juga!"

Selain rasa manis yang bisa bikin semangat naik, kamu mungkin mikir minuman itu cuma teh hijau dan buah, penuh antioksidan dan vitamin… dan rasanya kayak dessert, 'kan? Jadi, enggak ada salahnya pesan satu lagi untuk keponakanmu yang masih kecil?

Hmm, sebaiknya jangan. 

Buat orang dewasa, strawberry matcha latte yang mengandung kafein cuma akan bikin kamu susah tidur. Namun, bagi anak kecil, efeknya bisa jauh lebih serius.

Tapi... apa iya semua makanan yang sedikit mengandung kafein harus benar-benar dilarang untuk anak-anak? Bagaimana dengan es krim matcha atau cokelat?

Ilustrasi minuman strawberry matcha latte yang tengah viral di kalangan anak muda. (Foto: iStock/Surachet99)

EFEK KAFEIN PADA ANAK KECIL

Tidak bisa dipungkiri, matcha dikenal punya manfaat seperti efek anti-inflamasi, membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, sampai meningkatkan sensitivitas insulin.

Asam amino L-theanine yang ada di matcha juga dikaitkan dengan peningkatan fokus dan kewaspadaan.

Tapi buat kamu yang sering minum kopi atau teh, pasti tahu efek samping kafein seperti mudah tersinggung, cemas, detak jantung meningkat, dan tekanan darah naik.

Bagaimana efeknya terhadap anak kecil? Ahli gizi Anthea Zee dari Departemen Nutrisi dan Diet KK Women’s and Children’s Hospital Singapura menjelaskan, "Tubuh anak lebih kecil dan otaknya masih berkembang pesat, jadi mereka lebih rentan terhadap efek negatif itu."

Zee juga mengingatkan, "Kafein bisa mengganggu penyerapan mineral dan vitamin penting seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan vitamin B. Semua ini bisa berdampak buruk pada pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak."

Ilustrasi anak kecil mengalami gangguan tidur. (Foto: iStock/Chinnapong)

Efeknya tidak berhenti di situ. Kafein juga bisa mengganggu siklus tidur dan kesejahteraan emosional anak, menurut Rachel Cheang, ahli gizi dari National University Polyclinics Singapura.

"Anak-anak yang minum minuman berkafein lebih mungkin punya kualitas tidur yang buruk, yang secara tidak langsung memengaruhi perkembangan mental dan fisiknya," jelas Cheang.

"Tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi ditemukan pada anak dengan asupan kafein lebih banyak. Hiperaktivitas juga terlihat pada anak yang terlalu banyak konsumsi kafein."

Sama seperti orang dewasa, anak yang sering minum minuman berkafein bisa terjebak dalam "siklus lelah–kafein" alias makin susah tidur dan makin butuh kafein untuk melawan capek.

"Kalau berhenti minum kafein, mereka bisa jadi rewel, sering sakit kepala, dan migrain," tambah Cheang.

SEBANYAK APA KAFEIN DI MATCHA LATTE?

"Minuman matcha strawberry es bisa mengandung sampai 120 mg kafein per porsi, tergantung ukuran dan mereknya," kata Zee.

Bahkan minuman matcha biasa saja yang pakai sekitar 2 gram bubuk matcha sudah mengandung sekitar 70 mg kafein.

"Jumlah bubuk matcha yang dipakai berpengaruh langsung ke kadar kafeinnya—semakin banyak bubuknya, semakin tinggi kandungan kafein," kata Cheang.

Matcha kualitas tinggi juga biasanya punya kadar kafein lebih tinggi.

Kalau dibandingkan dengan teh hijau biasa yang sering disajikan di restoran Jepang, matcha sebenarnya adalah daun teh hijau yang digiling halus, jadi kamu mengonsumsi seluruh daun teh, bukan cuma air seduhannya saja. Itulah kenapa kandungan kafeinnya lebih tinggi.

Sementara teh hijau biasa dibuat dengan cara menyeduh daun teh dalam air panas. "Semakin lama diseduh dan semakin panas airnya, semakin banyak kafein yang terekstraksi," jelas Cheang.

Sebagai perbandingan, kata Zee, menyeduh satu sendok teh daun teh hijau dalam 240 ml air panas selama dua sampai tiga menit bisa menghasilkan sekitar 30 mg kafein.

Selain kafein, minuman kekinian seperti strawberry matcha juga bukan pilihan sehat buat anak. Contohnya, Starbucks Grande Strawberry Matcha Strato Frappuccino mengandung 340 kalori, 15 gram lemak, dan 44 gram gula.

"Kalori dari matcha latte biasanya berasal dari bahan tambahan lainnya," ujar Cheang, mengacu pada perasa buah manis, sirup berperisa, dan selai buah yang digunakan.

Ilustrasi anak kecil meminum secangkir kopi. (Foto: iStock/kornnphoto)

BATAS KAFEIN YANG AMAN

Menurut Cheang, tidak ada panduan resmi untuk anak di bawah usia 12 tahun. Namun, untuk remaja usia 12 hingga 18 tahun, American Academy of Pediatrics merekomendasikan tidak lebih dari 100 mg kafein per hari. Itu berarti satu strawberry matcha dengan 120 mg kafein sudah melebihi batas tersebut.

"Sesekali mengonsumsi kafein mungkin tidak berbahaya, tapi kalau dilakukan rutin bisa menyebabkan paparan kafein berlebih, apalagi kalau dikombinasikan dengan sumber lain seperti cokelat atau minuman bersoda berkafein," kata Zee.

"Pada akhirnya, paling baik jika anak tidak mengonsumsi kafein sama sekali agar pertumbuhan dan kesehatannya tetap optimal."

Kalau kamu ingin nongkrong bersama keponakan di kafe, Zee menyarankan untuk memesankan jus buah alami, infused water, smoothie dari buah segar tanpa pemanis tambahan atau air kelapa muda segar. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan