Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Gerakan Blackout 2024 boikot Taylor Swift dan sederet seleb yang bungkam soal Palestina

Para seleb papan atas jadi sasaran kekesalan netizen yang membandingkan fenomena kontras antara pesta fashion Met Gala yang glamor di Hollywood dan serangan sadis Israel ke Palestina. Apakah akan efektif?

Gerakan Blackout 2024 boikot Taylor Swift dan sederet seleb yang bungkam soal Palestina
Taylor Swift pada pemutaran perdana film dokumenternya, Taylor Swift: The Eras Tour di Los Angeles, di California, AS, pada Oktober 2023. (Foto: Reuters/Mario Anzuoni)
14 May 2024 03:10PM (Diperbarui: 24 Jun 2024 11:20AM)

Netizen ramai-ramai memboikot sederet seleb papan atas Hollywood yang masih bungkam dan memutuskan tidak menyuarakan pendapat mereka soal serangan Israel ke Gaza.

Nama-nama seperti Taylor Swift, Kim Kardashian, Gal Gadot, Zendaya, Noah Schnapp, Harry Styles dan Drake termasuk dalam daftar seleb yang diboikot, dengan cara-cara seperti akun mereka diblok di sosial media, maupun karya mereka tidak dinikmati di platform streaming. 

Fenomena ini bernama Gerakan Blackout 2024, yang dimulai di akun media sosial TikTok, menyusul kontrasnya penyelenggaraan pesta fashion Met Gala yang glamor di Hollywood pekan lalu dan serangan sadis Israel ke Palestina, yang sudah berlangsung selama lebih dari 7 bulan, menyebabkan lebih dari 35 ribu nyawa melayang, sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak. 

Fenomena ini sebenarnya telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Aktivis pro-Palestina kerap membanjiri kolom komentar di unggahan media sosial para selebritis, mendesak mereka untuk turut menyerukan gencatan senjata terkait serangan mematikan ke Gaza, Palestina. 

Namun, gelaran fashion Met Gala yang diselenggarakan meriah pekan lalu ternyata menjadi puncak kekesalan netizen yang murka melihat para bintang papan atas, baik dari dunia hiburan, olahraga, maupun model, tetap bungkam terhadap konflik paling mematikan belakangan ini. 

Salah satu pengusung gerakan ini, Hailey Kalil mengunggah video yang memperlihatkan dia mengenakan gaun mewah dan melakukan lip-sync "Let them eat cake" – sebuah frasa terkenal terkait Marie Antoinette, yang melambangkan ketidakpedulian kalangan bangsawan Prancis terhadap rakyat miskin di abad ke-18. 

Hal serupa juga dilakukan pengguna influencer TikTok lainnya, ladyfromtheoutside, yang menginisiasi gerakan ini. 

"Sudah saatnya kita melakukan guillotine digital, atau sebut saja digitine," merujuk pada alat eksekusi yang digunakan saat Revolusi Prancis.

"Jangan harap kalian mendapat perhatian, likes, komentar dan uang kami," ujarnya. 

Pernyataan sikap ini yang menjadi seruan bagi gerakan pro-Palestina ini belakangan mulai menunjukkan dampak. 

APAKAH BOIKOT EFEKTIF?

Zendaya pada ajang Met Gala 2024. (Foto: Instagram/@themetgalaofficial)

Bintang reality show Kim Kardashian, yang menghadiri Met Gala di New York, kehilangan ratusan ribu pengikut Instagram dalam beberapa hari terakhir, menurut situs analitik Social Blade.

Sementara Taylor Swift, yang tidak menghadiri Met Gala karena konser Eras Tour, kehilangan 200.000 pengikut sejak Kamis lalu.

"Ini tentang nyawa dan keadilan – jika dia bisa mengajak kita semua untuk memilih, dia punya kekuatan untuk berbicara tentang ketidakadilan," kata seorang TikToker yang menggambarkan dirinya sebagai "Palestinian Swiftie" dan mengatakan sudah waktunya untuk memboikot, berhenti mengikuti, dan berhenti streaming sang idolanya tersebut.

Memang, belum pasti penurunan jumlah pengikut Taylor Swift dan Kim Kardashian merupakan dampak dari gerakan ini atau ada faktor lainnya yang mempengaruhi. 

Namun yang jelas, menurut para pakar, memboikot para selebritis ini akan menjadi langkah yang lebih efektif, ketimbang berhenti mengikuti (unfollow) mereka di media sosial. 

Menurut Eddy Borges-Rey, profesor Northwestern University di Qatar yang meneliti media sosial dan algoritma, efek unfollow hanya berdampak kecil ketimbang boikot. 

"Selebriti media sosial sangat bergantung pada visibilitas dan engagement yang tinggi untuk menarik dan mempertahankan kesepakatan iklan," katanya. 

Ia menambahkan bahwa ketika kita berhenti mengikuti (unfollow) seorang selebriti, kita mungkin tidak lagi melihat unggahan selebriti tersebut di feed. 

Namun, konten sang seleb masih dapat muncul secara tidak langsung melalui halaman pencarian atau feed kita di Instagram Explore atau halaman For You di TikTok dan X, akibat algoritma.

Di sisi lain, "jika kita memblokir seorang seleb, kita benar-benar memutuskan semua interaksi dengan konten mereka," kata Borges-Rey.

Hal ini akan mengurangi jumlah audiens dari seleb tersebut, sehingga algoritma media sosial akan menurunkan prioritas konten mereka. 

Semakin banyak orang yang memblokir seorang seleb, maka unggahan mereka menjadi kurang terlihat di seluruh platform, bahkan oleh pengguna yang tidak memblokir seleb tersebut.

"Penurunan visibilitas dapat berpotensi mengurangi jumlah pendapatan iklan yang ditawarkan kepada seleb," ujarnya. 
 

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan