Ketawa-ketiwi, cara Blake Lively promosi film tentang hubungan toksik tuai kritik
Cara istri Ryan Reynolds saat mempromosikan film It Ends With Us ini dianggap kurang peka terhadap isu serius yang diangkat, yakni bagaimana perempuan dapat keluar dari hubungan toksik yang penuh kekerasan.
Aktris Blake Lively saat mempromosikan film It Ends With Us yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Colleen Hoover. (Foto: Instagram/@
itendswithusmovie)
Film It Ends With Us yang dibintangi aktris Blake Lively memang laris manis di pasaran setelah tayang di Amerika Serikat sejak 9 Agustus 2024 lalu. Namun, cara Blake Lively, yang juga menjabat sebagai produser, mempromosikan film ini menuai kritik dari para penggemar.
Film It Ends With Us diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Colleen Hoover. Film ini mengangkat kisah Lily Bloom (Blake Lively) yang berupaya mengatasi trauma masa kecil dan memulai hidup baru dengan pindah ke Boston untuk membuka toko bunga.
Pertemuannya dengan Ryle Kincaid (Justin Baldoni) membuat Lily membuka diri dan akhirnya jatuh cinta. Namun, Lily mulai melihat sisi dirinya yang mengingatkan pada hubungan toksik kedua orang tuanya.
Seperti novelnya, film It Ends With Us ingin mengangkat kisah penting perjuangan perempuan keluar dari hubungan yang toksik dan penuh kekerasan. Namun, cara Lively mempromosikan film ini dianggap kurang peka terhadap isu serius yang diangkat.
Contohnya saja dalam klip video yang mempromosikan film inidi TikTok, Lively meminta penonton, "ajak teman-temanmu, pakai dress penuh bunga, dan tonton film ini!"
Ajakan semacam itu terdengar agak tidak etis untuk meminta penonton menonton film yang akan membicarakan topik sensitif tentang hubungan yang penuh kekerasan.
Selain itu, video promosi lainnya berjudul Girl Talk, memperlihatkan Lively sedang ketawa-ketiwi bersama sejumlah bintang film dan penulis novel It Ends With Us, Colleen Hoover.
Alih-alih membahas pentingnya bagi perempuan untuk keluar dari hubungan yang toksik dan penuh kekerasan, Lively dan rekan-rekannya malah membicarakan zodiak mereka.
Pada satu kesempatan, Lively justru membanggakan diri bahwa ia mengenakan pakaian koleksinya sendiri dan mendandani rekannya untuk salah satu acara karpet merah dalam rangka mempromosikan film ini.
"Aku sangat bingung. Sepertinya kamu kurang menyadari tujuan dibuatnya film ini. Aku sedih dan kecewa," ujar salah satu penggemar di kolom komentar video yang diunggah Lively di sosial media Instagram pada Kamis (8/8) lalu itu.
Menurut laporan Vox, dalam salah satu wawancara untuk mempromosikan film ini, Lively mendapat pertanyaan dari wartawan terkait bagaimana film It Ends With Us dapat menginspirasi perempuan untuk keluar dari hubungan toksik dan lebih lumrah membicarakan tentang hubungan yang penuh kekerasan.
Wartawan tersebut juga bertanya, apakah penggemar dapat menghubunginya untuk membicarakan tentang kekerasan jika mereka mengalaminya.
Lively dengan santai mengabaikan pertanyaan tersebut dan menjadikannya lelucon.
Lively memilih "tidak akan membagikan lokasi atau nomor teleponnya dengan penggemar".
Ia juga tidak mempromosikan layanan yang dapat memberikan bantuan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga.
Film It Ends With Us tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Jumat (16/8).
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.