Barbie rilis boneka edisi penderita diabetes, lengkap dengan pompa insulin dan monitor gula darah
Sebelumnya, Mattel juga sudah merilis Barbie edisi pengguna kaki prostetik dan alat bantu dengar, serta penyandang Down syndrome.
Boneka Barbie edisi penderita diabetes tipe 1. (Foto: Dok. Mattel)
Boneka ikonik Barbie kini tampil dengan edisi khusus yang merepresentasikan penderita diabetes tipe 1, yang dilengkapi dengan continuous glucose monitor (CGM) di lengan, pompa insulin di pinggang, dan aplikasi pemantau gula darah di genggamannya. Tak sekadar mainan, Barbie ingin menunjukkan empati bagi jutaan anak yang hidup dengan kondisi kesehatan serupa.
Dalam pengumuman yang disampaikan pada Selasa (8/7), Mattel mengungkapkan mereka bekerja sama dengan Breakthrough T1D, organisasi riset dan advokasi untuk diabetes tipe 1 yang sebelumnya dikenal sebagai Juvenile Diabetes Research Foundation (JDRF), untuk memastikan bahwa desain boneka ini benar-benar mewakili komunitas penderita diabetes tipe 1.
Kolaborasi ini juga mencakup aksesori yang "secara akurat mencerminkan peralatan medis" yang biasa digunakan oleh penyandang diabetes tipe 1, kata perusahaan asal California, Amerika Serikat, itu.
"Visibilitas itu penting bagi siapa pun yang hidup dengan diabetes tipe 1," ujar Emily Mazreku, direktur strategi pemasaran di Breakthrough T1D, dalam peluncuran boneka ini, dikutip dari CNN.
Sebagai seorang ibu yang juga hidup dengan diabetes tipe 1, Mazreku menambahkan, "kehadiran Barbie ini sungguh berarti. Ini membantu dunia untuk lebih memahami T1D dan orang-orang luar biasa yang menjalaninya."
Barbie edisi baru ini mengenakan continuous glucose monitor (CGM) di lengannya, sebuah alat yang memantau kadar gula darah secara berkelanjutan, dan memegang ponsel yang menampilkan aplikasi pendamping CGM tersebut.
Selain itu, di bagian pinggang boneka ini juga terpasang pompa insulin.
Ia juga membawa tas selempang berwarna biru yang bisa digunakan untuk menyimpan perlengkapan penting lainnya atau camilan saat bepergian.
Outfit Barbie ini juga didominasi warna biru, dengan motif polkadot pada atasan dan rok yang serasi. Menurut Mattel, warna dan desain ini merupakan bentuk penghormatan terhadap simbol kesadaran diabetes.
Boneka terbaru ini "membantu lebih banyak anak melihat diri mereka tercermin dalam sosok Barbie," tulis Mattel di webnya.
Peluncuran ini merupakan bagian dari lini Fashionistas, sebuah seri Barbie yang berkomitmen terhadap keberagaman dan inklusivitas. Fashionistas sebelumnya telah menampilkan Barbie dengan berbagai warna kulit, warna dan tekstur rambut, disabilitas, tipe tubuh, dan lainnya.
Di antara boneka yang telah dirilis dalam seri ini adalah Ken dengan kaki prostetik dan Barbie yang menggunakan alat bantu dengar.
Mattel juga memperkenalkan boneka pertamanya edisi Down syndrome pada tahun 2023.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, sekitar 38,4 juta warga Amerika dari berbagai usia, atau setara dengan 11,6 persen populasi AS, diperkirakan hidup dengan diabetes pada tahun 2021.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta merupakan penderita diabetes tipe 1, termasuk sekitar 304.000 anak dan remaja di bawah usia 20 tahun.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.