Musisi papan atas Hollywood tak bisa tidur, cemas terseret kasus pesta seks P. Diddy
"Mereka yang dengan sengaja membiarkan dan/atau mendorong perilaku [kekerasan seksual] tersebut dan selama ini selalu bungkam, kini mulai khawatir," tutur seorang pengacara top Hollywood.
Sketsa persidangan Sean "Diddy" Combs saat tengah berdiri di hadapan Hakim Hakim AS Robyn Tarnofsky setelah jaksa penuntut mengajukan tiga dakwaan kriminal terhadapnya di pengadilan federal di wilayah Manhattan, New York City, AS, 26 Juni 2024. (Foto: REUTERS/Jane Rosenberg)
Sejumlah musisi ternama beserta jajaran eksekutif musik di Amerika Serikat dikabarkan sedang panik dan tidak bisa tidur karena cemas mereka akan terseret dalam pusaran kasus perdagangan, kekerasan, dan pelecehan seksual yang digelar oleh taipan hip-hop Sean "Diddy" Combs, atau yang biasa disebut P. Diddy.
Kabar ini diungkapkan oleh Bryan Freedman, seorang pengacara top Hollywood, yang memperingatkan rekan-rekan Diddy kemungkinan besar akan terseret dalam kasus ini, dan "nama-nama itu mungkin akan mengejutkanmu."
SIAPA SAJA MUSISI PAPAN ATAS ITU?
"Banyak orang, terutama yang berada di jajaran tertinggi, termasuk artis, para eksekutif, manajer, dan lainnya, saat ini tidak bisa tidur nyenyak," ujar Bryan Freedman kepada Page Six, Kamis (3/10).
"Mereka yang dengan sengaja membiarkan dan/atau mendorong perilaku [kekerasan seksual] tersebut dan selama ini selalu bungkam, kini mulai khawatir," tuturnya.
Freedman memang selama ini dikenal sebagai pengacara Hollywood yang kontroversial. Ia sering menyebut dirinya "pit bull," karena dikenal dengan sifatnya yang ganas tanpa ampun membela para klien yang mempekerjakannya.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, Freedman pernah mewakili Kevin Spacey setelah sang aktor dituduh melakukan pelecehan seksual, dan FKA Twigs ketika dia mengklaim Shia LaBeouf melakukan kekerasan terhadapnya.
Ia juga menjadi kuasa hukum Jamie Lynn Spears ketika bersiteru dengan kakaknya, Britney Spears. Ia membela Diplo ketika musisi itu dituduh menyebarkan revenge porn.
"Saya mewakili sejumlah orang yang merasa khawatir akan disebutkan atau dikaitkan dengan isu ini hanya karena memiliki hubungan [dengan Diddy] namun tidak melakukan kesalahan apapun... mereka tidak ingin menjadi bagian dari rumor karena punya koneksi dengan Diddy," ujarnya.
"Orang-orang yang bekerja sangat dekat dengan Diddy, saya yakin mereka ketakutan dan Tuhan tahu apa yang mereka saksikan," ungkap sumber industri musik AS yang tak disebutkan namanya kepada Page Six.
SIAPA SAJA YANG SUDAH TERSERET?
Bulan lalu, mantan eksekutif label rekaman musik dan terpidana kriminal, Suge Knight, yang juga merupakan rival lama Diddy, mengklaim kepada NewsNation bahwa mantan staf Diddy, "Tubby" Holiday, menyedikan gadis-gadis muda dan di bawah umur untuk dijadikan korban perdagangan seks oleh Diddy.
"Pekerjaan orang ini adalah membawa gadis-gadis di bawah umur dan gadis-gadis yang siap berhubungan seks. Untuk para karyawan dan artis lainnya," klaim Knight.
"Semua orang mengenal seseorang yang pernah hadir di pesta Diddy. Pasti ada ribuan orang yang mungkin pernah menyaksikan sesuatu yang buruk, dan kini mereka khawatir bahwa mereka seharusnya melaporkannya," tambah seorang sumber hukum di Hollywood kepada Page Six.
Selain itu, CEO paling terkenal di industri musik, Sir Lucian Grainge, dan perusahaannya, Universal Music Group (UMG), yang sudah membantah tuduhan "menyesatkan" bahwa mereka "membantu dan bersekongkol" dengan Diddy, terkait isu ini. Mereka memenangkan gugatan hukum pada Mei lalu.
Ketimbang terus-menerus tidak bisa tidur, Freedman menyarankan kepada siapa saja yang mungkin dirumorkan terlibat dalam kasus Diddy untuk segera mencari bantuan hukum.
Karena, bukan tidak mungkin proses pengadilan terhadap Diddy akan mengungkapkan berbagai fakta baru melibatkan artis dan musisi papan atas lainnya.
"[Diddy] memiliki karier bermusik yang sukses bersama dengan musisi yang diorbitkannya. Dia bekerja sama dengan MTV dan beberapa label besar, memiliki kesepakatan distribusi dengan Universal dan Sony, dan sering muncul di acara-acara industri, baik di Grammy maupun acara amal," ujar seorang pakar hukum anonim kepada Page Six.
Sumber dari industri musik itu menambahkan, "Pemerintah kini tampaknya tengah berfokus untuk mencari orang-orang yang bersedia membocorkan informasi tentang Diddy agar mereka bisa memperkuat kasusnya."
P. Diddy kini mendekam di penjara Metropolitan Detention Center di Brooklyn. Ia mengajukan pembelaan tidak bersalah pada 17 September 2024 atas tuduhan menggunakan "kekuasaan dan pengaruhnya" untuk memaksa sederet korban perempuan melakukan aksi seksual dengan pekerja seks pria, dalam pesta seks yang disebut Freak Offs.
Diddy juga sudah mengajukan pembelaan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi pemerasan dan perdagangan seks.
Diddy merupakan salah satu eksekutif musik, produser, dan musisi hip-hop paling terkenal. Ia meraih tiga Grammy dan bekerja dengan artis-artis ternama seperti Notorious B.I.G., Mary J. Blige, Usher, Lil' Kim, Faith Evans, dan 112.
Sederet musisi papan atas telah diorbitkan oleh Diddy, termasuk Usher dan Justin Bieber. Keduanya dicurigai telah menjadi korban pemikatan seksual (sexual grooming), sejak kasus ini mencuat dan menjadi diskusi publik sepanjang bulan lalu.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.