Apple akan rilis MacBook 'murah' pakai chip iPhone, ini bocorannya!
Perangkat ini dirumorkan akan hadir dengan mengusung chip A18 Pro yang digunakan pada iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max. Berapa kisaran harganya?
MacBook Air dipajang di Apple Store selama acara penjualan Black Friday di Manhattan, New York City, A.S., 23 November 2018. (Foto: REUTERS/Andrew Kelly)
Analis Apple ternama Ming-Chi Kuo pada awal pekan ini melaporkan bahwa Apple tengah bersiap meluncurkan MacBook "terjangkau" terbaru yang ditenagai oleh chip iPhone.
Perangkat ini diperkirakan akan hadir dengan layar 13 inci, chip A18 Pro yang sama dengan yang digunakan pada iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max, serta varian warna yang mencolok seperti silver, biru, pink, dan kuning.
MacRumors pertama kali menemukan petunjuk tentang perangkat ini dalam kode backend terkait fitur Apple Intelligence pada musim panas tahun lalu.
MacRumors kemudian mengonfirmasi bahwa perangkat tersebut memang menggunakan chip A18 Pro. Perangkat ini memiliki penanda identitas "Mac17,1".
Jika benar diluncurkan, ini akan menjadi Mac pertama yang ditenagai oleh chip iPhone.
Hingga saat ini, semua Mac berbasis Apple Silicon menggunakan chip seri M, yang memiliki jumlah inti lebih banyak, mendukung kapasitas memori lebih besar, serta mendukung lebih banyak tampilan eksternal.
Chip A18 Pro sendiri pertama kali diluncurkan bersama iPhone 16 Pro tahun lalu.
APA SAJA YANG DIHEMAT?
Banyak yang berspekulasi bahwa MacBook entry-level ini akan dijual dengan harga antara US$699 (Rp11,3 juta) hingga US$799 (Rp12,9 juta), tergantung bagaimana Apple memposisikannya di pasar, menurut laporan 9to5 Mac.
Musim gugur lalu, Apple memperbarui semua lini MacBook Air mereka dengan RAM standar 16GB. Hal ini bisa jadi petunjuk bahwa Apple mungkin akan memangkas kapasitas unified memory pada MacBook berbasis A18 Pro.
Maka dari itu, kemungkinan besar, MacBook versi murah ini akan hadir dengan RAM 8GB. Meskipun terkesan pemangkasan, ini masih tergolong cukup untuk penggunaan dasar.
Namun, bukan cuma RAM yang mungkin dipangkas. Apple juga bisa saja menghilangkan fitur-fitur unggulan dari MacBook entry-level ini seperti port USB-C tambahan, Touch ID, kamera depan dengan fitur Center Stage, bahkan kapasitas baterai yang lebih kecil.
Dengan chip A18 Pro, perangkat ini hampir dipastikan tidak akan memiliki port Thunderbolt, tidak mendukung lebih dari 8GB unified memory, dan tidak bisa menghubungkan lebih dari satu layar eksternal.
Sesuai pola strategi Apple dalam merilis perangkat berbiaya rendah, MacBook baru ini mungkin akan menggunakan kembali desain dan bodi dari perangkat lama seperti MacBook Air M1 guna menekan biaya produksi sekaligus membedakannya dari lini MacBook Air terbaru.
Apple juga bisa saja menghidupkan kembali nama sederhana "MacBook" untuk perangkat ini, membedakannya dari lini MacBook Air dan MacBook Pro, mirip seperti strategi penamaan iPad, yang menggunakan "iPad" saja untuk model paling dasar.
Menurut Kuo, MacBook baru ini diprediksi akan mulai diproduksi massal pada akhir kuartal keempat 2025 atau awal kuartal pertama 2026, sehingga kemungkinan besar akan dirilis pada paruh pertama tahun depan.
WORTH IT ATAU TIDAK?
Jika MacBook ini dijual seharga US$699 (Rp11,3 juta) dengan RAM 8GB dan sejumlah fitur yang dipangkas, mungkin masih bisa dianggap sebagai penawaran menarik.
Namun, jika dijual seharga US$799 (Rp12,9 juta), nilai tawarnya tentu jadi lebih sulit dipertahankan.
Apalagi, dengan adanya fluktuasi tarif dan kebijakan bea masuk di Amerika Serikat, Apple kemungkinan tidak akan mematok harga terlalu murah di awal. Jadi, harga US$799 dinilai lebih realistis sebagai titik awal.
Namun, dengan harga segitu dan berbagai fitur penting yang dipangkas, MacBook ini bisa jadi terasa kurang menggiurkan. Pasalnya, saat ini saja MacBook Air sudah sering dijual dengan harga promo di kisaran tersebut.
Contohnya, MacBook Air M4 (yang sudah dibekali unified memory 16GB) saat ini sedang dijual dengan harga diskon US$849 (Rp13,7 juta).
Bahkan, MacBook Air M3 (dengan RAM 16GB juga) ada juga yang dijual seharga hanya US$699 (Rp11,3 juta) untuk stok clearance.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.