Apple siap bayar Google Rp16 triliun per tahun agar Gemini jadi otak Siri
Apple kini tak lagi mengandalkan teknologi buatan sendiri.
iPhone Air dipamerkan di acara Apple di Steve Jobs Theater di Cupertino, California, AS, 9 September 2025. (Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo)
Apple dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan Google untuk membayar sekitar US$1 miliar (sekitar Rp16 triliun) per tahun demi menggunakan versi model AI Google Gemini yang telah dikustomisasi untuk memperkuat pembaruan besar Siri.
Langkah ini menjadi langkah besar bagi Apple, yang selama ini lebih mengandalkan teknologi AI buatan sendiri. Namun kali ini, Apple berencana menggunakan model Google sebagai solusi sementara sampai sistem AI miliknya cukup kuat—termasuk untuk mendukung berbagai fitur baru yang akan hadir di asisten suara tersebut
Menurut laporan Reuters, model AI kustom ini disebut memiliki 1,2 triliun parameter—ukuran yang menandakan tingkat kompleksitas dan kemampuan perangkat lunak. Angka ini jauh melampaui model milik Apple saat ini.
Sebagai perbandingan, versi cloud dari Apple Intelligence yang ada sekarang hanya menggunakan 150 miliar parameter, yang berarti model buatan Google delapan kali lebih kompleks.
Apple juga sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menggunakan model AI dari OpenAI dan Anthropic pada awal tahun ini, menurut laporan Tech Crunch. Setelah menguji model dari ketiga perusahaan tersebut, Apple akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dengan Google.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kesepakatan ini terpisah dari pembicaraan sebelumnya tentang kemungkinan integrasi Gemini langsung ke dalam Siri sebagai chatbot. Kemitraan ini tidak akan membawa fitur pencarian AI milik Google ke sistem operasi Apple.
Menurut Bloomberg, versi Siri yang sepenuhnya diperbarui ini dijadwalkan meluncur pada musim semi tahun depan. Namun, karena peluncuran masih beberapa bulan lagi, rencana pembaruan ini bisa saja berubah sebelum waktunya tiba.
Secara historis, Siri memang kurang mumpuni dibanding Alexa dan Google Assistant dalam menangani permintaan pengguna yang kompleks, berlapis, dan terintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga.
Hingga berita ini ditulis, baik Google maupun Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.