Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Apotek Singapura akan jual alat tes HIV mandiri mulai tahun depan

Apotek Singapura akan jual alat tes HIV mandiri mulai tahun depan

Alat tes HIV mandiri yang dirlis Kementerian Kesehatan Singapura. (Foto/Kemenkes Singapura)

02 Dec 2024 03:06PM (Diperbarui: 02 Dec 2024 03:12PM)

SINGAPURA: Apotek-apotek di Singapura mulai Januari 2025 akan mulai menjual alat tes HIV mandiri. Dengan cara ini, diharapkan akan lebih banyak warga Singapura yang sadar mau menjalani tes tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura pada Sabtu lalu mengatakan alat tes HIV mandiri ini telah dujikan oleh klinik milik Departemen Pengendali Penyakit Menular Seksual (DSC) bekerja sama dengan organisasi Action for AIDS (AFA) sejak Agustus 2022.

"Percobaan menunjukkan efektivitas pengujian mandiri HIV. Alat ini juga mendorong mereka yang belum pernah melakukan uji tes HIV untuk melakukannya," ujar pernyataan Kemenkes Singapura.

Tidak semua apotek di Singapura yang akan menjual alat ini, hanya yang mendapatkan penunjukan langsung dari Kemenkes Singapura. Alat ini bekerja dengan menguji sampel air liur dan bisa dilakukan dengan mudah tanpa bantuan orang lain.

"Alat tes mandiri HIV adalah cara yang paling cepat dan nyaman untuk mengetahui status HIV seseorang," kata Kemenkes Singapura.

Alat tes HIV mandiri yang akan dijual di apotek-apotek Singapura. (Dok. Kemenkes Singapura)

Namun Kemenkes Singapura mengatakan bahwa hasil dari alat tes ini belum cukup sebagai bentuk diagnosis infeksi HIV. Oleh karena itu, mereka yang terbukti positif setelah melakukan pengetesan dengan alat ini diharapkan memeriksakan diri lebih lanjut ke laboratorium.

Menurut data Kemenkes Singapura, ada 209 kasus HIV baru di antara warga dan penduduk tetap Singapura pada 2023, meningkat dari 202 kasus baru pada 2022. Lebih dari 50 persen penderita baru tahun lalu baru mengetahui mengidap HIV setelah terinfeksi cukup lama.

Kemenkes Singapura mengimbau seluruh orang dewasa di negara itu menjalani tes HIV paling tidak sekali seumur hidup, meski mereka merasa tidak berisiko terjangkit.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan