Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Aplikasi kencan bikin ketagihan? Ini alasan kita tetap geser kanan-kiri demi jodoh impian

Menurut psikolog, aplikasi memang membuka jalan bertemu orang baru, tapi bukan jalan satu-satunya. 

Aplikasi kencan bikin ketagihan? Ini alasan kita tetap geser kanan-kiri demi jodoh impian
Aplikasi kencan, sebagaimana juga dengan berbagai aplikasi di ponsel, memberikan dorongan dopamin. (Foto: iStock/Thapana Onphalai)
19 Mar 2024 04:51PM (Diperbarui: 03 May 2024 02:09PM)

Gugatan class action yang diajukan di Amerika Serikat terhadap Match Group — perusahaan induk dari aplikasi kencan Tinder, Hinge, dan The League baru-baru ini menjadi berita utama di seluruh dunia.

Gugatan itu diajukan karena Match dianggap memiliki model bisnis "predator" dan menggunakan "fitur produk yang memanipulasi dopamin" untuk membuat orang kecanduan aplikasi mereka. 

Pertanyaannya, apakah benar aplikasi kencan bisa membuat ketagihan? Simak penjelasan sains di balik cara kerja aplikasi kencan yang dapat memengaruhi otak kita.

DORONGAN DOPAMIN

Aplikasi kencan, sebagaimana juga dengan berbagai aplikasi di ponsel, memang dirancang untuk membuat para pengguna tetap menggunakan aplikasi tersebut, tidak berhenti maupun berpindah ke aplikasi lain. 

Meskipun aplikasi kencan dirancang agar kita dapat bertemu dengan orang baru, tidak sedikit penggunanya justru ingin terus menggeser ke kiri dan kanan, hingga kita bertemu jodoh impian. 

Aplikasi kencan dapat memberikan rasa ketagihan karena seringkali dirancang untuk mengaktifkan sistem dorongan dopamin. Dopamin adalah neurotransmitter - zat kimia pembawa pesan di otak, dan salah satu zat yang penting untuk kelangsungan hidup kita.

Salah satu peran penting dopamin adalah memengaruhi kapan dan bagaimana kita mengalami kesenangan dan mendapat apresiasi. Dopamin berfungsi ketika kita merasa sangat senang saat memenangkan banyak uang di kasino, atau sesederhana mendapatkan banyak like di Instagram. 

Namun, dopamin bukan hanya membantu kita dalam merasakan kesenangan dan kegembiraan, namun juga memotivasi kita mencari hal-hal yang menyenangkan. Zat dopamin bekerja bukan hanya ketika kita mengalami sesuatu yang menyenangkan, tetapi juga saat kita mengantisipasi dan mencari pengalaman yang menyenangkan.

Aplikasi kencan, sebagaimana juga dengan berbagai aplikasi di ponsel, memberikan dorongan dopamin. (Photo: Reuters/Akhtar Soomro)

SENANG DAN RASA DEG-DEGAN

Berbagai fitur di aplikasi kencan membuat kita menjadi lebih sering menggunakan aplikasi itu. Apalagi ketika kita mendapatkan pasangan melalui aplikasi kencan, rasanya menyenangkan. Perasaan itu ada lantaran zat dopamin bekerja. 

Namun, ada unsur ketidakpastian yang membuat deg-degan dan menambah rasa senang itu. Bagaimana tidak, setiap kali kita membuka aplikasi, kita tidak tahu profil siapa yang akan kita lihat, dan apakah itu adalah pasangan yang kita idam-idamkan. 

Rasa senang sekaligus deg-degan ini yang membuat kita ketagihan. 

TANDA-TANDA KECANDUAN

Sebagaimana berjudi, bermain games, dan meminum alkohol dapat membuat kita ketagihan, begitu juga dengan menggunakan aplikasi kencan. 

Tinjauan terhadap suatu studi tentang penggunaan aplikasi kencan menemukan bahwa para pengguna yang menghabiskan banyak waktu di aplikasi tersebut memiliki ciri-ciri kepribadian yang mudah cemas, suka mencari sensasi, dan memiliki kepercayaan diri yang rendah. 

Berikut beberapa tanda kamu sudah mengalami kecanduan aplikasi kencan:

  • selalu berpikir tentang aplikasi kencan
  • mood berubah-ubah karena aplikasi tersebut
  • menghabiskan terlalu banyak waktu menggunakan aplikasi tersebut
  • merasa kesulitan jika tidak menggunakan aplikasi tersebut
  • berdampak buruk pada kualitas hidupmu di dunia nyata
  • sulit berhenti menggunakan aplikasi tersebut

Jika berbagai ciri tersebut kamu rasakan, cobalah rehat sejenak dari aplikasi kencan untuk jangka waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat ketergantungan kita pada aplikasi tersebut, tentu akan semakin sulit kita untuk rehat.

Jika sudah merasa demikian, ada baiknya menghubungi bantuan psikologi profesional untuk menghentikan rasa kecanduan tersebut. 

Terakhir, ingatlah bahwa aplikasi kencan memang membuka jalan bertemu orang baru, tapi itu bukan satu-satunya jalan. 

Masih banyak acara yang digelar secara tatap muka yang dapat menjadi kesempatanmu bertemu dengan orang baru dan menjalin hubungan. 

Jadi, menjauhlah dari layar dan sebisa mungkin mendapatkan dorongan dopamin dari hubungan di dunia nyata, ketimbang hanya di dunia maya.

Anastasia Hronis adalah seorang psikolog klinis di University of Technology Sydney. Tulisan ini pertama kali muncul di The Conversation.

Source: Today/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan