Padel dan pickeball, apa bedanya? Tips agar tak salah pilih raket, bola, dan lapangan
Buat kamu yang baru mulai main padel atau pickleball, memilih raket, jenis bola, hingga permukaan lapangan yang tepat bisa bikin permainan jauh lebih maksimal.
Perbedaan antara bermain pickleball (kiri) dan padel (kanan). (Foto: iStock/simon2579 and Jack F)
Padel dan pickleball sama-sama sedang naik daun. Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama dimainkan menggunakan raket di lapangan yang lebih kecil dibanding tenis. Namun, aturan permainan hingga perlengkapan yang digunakan ternyata cukup berbeda.
Kalau kamu tertarik mencoba salah satunya, penting memahami perbedaan keduanya sebelum membeli perlengkapan. Mulai dari raket, bola, hingga jenis sepatu yang dipakai, memilih perlengkapan yang sesuai tidak hanya membuat permainan lebih nyaman, tetapi juga membantu meningkatkan performa di lapangan.
Belakangan viral, padel merupakan olahraga raket yang dimainkan berpasangan di lapangan berdinding kaca, sehingga bola dapat memantul ke dinding selama permainan berlangsung.
Berasal dari Meksiko, olahraga ini seperti perpaduan tenis dan squash karena menggunakan sistem skor yang sama seperti tenis, tetapi memanfaatkan pantulan dinding layaknya squash. Namun, dibanding tenis, lapangan padel lebih kecil dan raket yang digunakan tak memiliki senar.
Sementara itu, pickleball adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis, badminton, dan tenis meja. Permainannya menggunakan bola plastik berlubang (wiffle ball) dan dimainkan di lapangan berukuran mirip lapangan badminton dengan net yang lebih rendah. Aturannya relatif mudah dipelajari sehingga olahraga ini populer di kalangan pemula maupun pemain dari berbagai usia.
Sekilas, padel dan pickleball memang terlihat seperti olahraga serupa. Apa saja yang membedakan dan bagaimana tips memilih perlekapan untuk masing-masing olahraga ini? Simak selengkapnya.
MACAM-MACAM RAKET PADEL
Padel menggunakan sistem poin yang sama seperti tenis (15-30-40) dan kita bermain di lapangan tertutup seperti squash, di mana kita bisa memantulkan bola ke dinding kaca dan jaring pagar. "Dimainkan dengan bola tenis yang lebih kecil dan dengan daya pantul yang lebih rendah serta didesain untuk memantul ke dinding," kata Tom Tan, pelatih padel di SingPadel.
Dulu (tepatnya pada tahun 1969), saat padel populer di Meksiko, kemudian Spanyol dan Argentina, permainan tersebut awalnya menggunakan raket kayu yang padat. Namun itu hanya berlangsung hingga akhir 70-an setelah ditemukan bahwa perforasi dapat mengurangi berat dan meningkatkan daya manuver
Bahan serat kaca dan aluminium mulai masuk di dunia padel pada akhir 80-an dan berhasil mengurangi berat raket hingga 20 persen. Serat karbon hadir pada tahun 90-an dan mampu membuat raket padel lebih ringan lagi.
Saat ini, berat raket padel berkisar 345g hingga 270g, menurut Marco Duarte, pendiri Play Padel Singapore.
Material inti pada raket padel juga mengalami perubahan. Awalnya terbuat dari campuran karet hingga busa EVA, bahan empuk yang biasa ditemukan pada sol tengah sepatu lari kita. Inti berkerangka busa polietilena kemudian hadir sebagai alternatif dari EVA.
Menurut Duarte, raket padel dapat dibedakan berdasarkan empat faktor: bentuk, keseimbangan, berat, dan material.
1. BENTUK
- Bulat: Sweet spot besar dan berada di bagian tengah. Cocok untuk pemula dan pemain defensif yang ingin kontrol.
- Air mata (teardrop): Seimbang tetapi sweet spot lebih kecil daripada bentuk bulat. Cocok untuk pemain menengah yang ingin tenaga sekaligus kontrol.
- Permata: Sweet spot lebih kecil dan berada di bagian atas permukaan raket. Kepala raket berat dan sulit dikendalikan, tapi punya tenaga maksimum untuk pemain mahir.
2. KESEIMBANGAN
- Keseimbangan rendah: Berat di bagian gagang. Terasa ringan dan mudah untuk digerakkan.
- Keseimbangan tinggi: Berat di bagian kepala. Memberi dorongan "seperti palu" untuk pukulan smash, tetapi dapat membuat pergelangan tangan dan lengan bawah menjadi tegang.
3. BERAT
- Ringan: Di bawah 360g. Mudah diayunkan, cocok untuk menanggapi serangan dan mencegah cedera seperti tennis elbow.
- Berat: Di atas 365g. Punya tenaga tetapi perlu teknik yang kuat untuk menghindari cedera.
4. MATERIAL
- Permukaan: Serat kaca cenderung fleksibel dan ramah pemula, sedangkan serat karbon (3K, 12K, dan 18K) cenderung kaku dan punya daya ledak saat memukul.
- Inti: Biasanya EVA agar lebih bertenaga, atau busa agar lebih menyerap getaran.
- Lapisan: Raket yang terbuat dari bahan serat karbon yang berlapis-lapis cenderung lebih tahan dan "tanggap".
RAKET MAHAL PASTI BERKUALITAS?
Raket padel umumnya berkisar antara S$80 (Rp1,1 juta) dan di atas S$600 (Rp8,3 juta), sedangkan yang berkualitas tinggi jatuh pada kisaran S$250 (Rp3,4 juta) hingga S$500 (Rp6,9 juta).
"Saat kamu membeli raket premium, kamu tidak hanya membeli karena mereknya," kata Duarte.
"Tetapi kamu juga membeli karena teknologi serat karbon dan sistem anti-getaran yang dapat melindungi sendi-sendi dan ketahanan strukturnya. Raket kelas atas menggunakan karbon 12K atau 18K dan ini lebih tahan serta lebih konsisten saat kamu memukul bola," ungkapnya.
MACAM-MACAM RAKET PICKLEBALL
Raket pickleball sejatinya sudah ada sejak olahraga ini pertama kali dimainkan pada pertengahan tahun 60-an di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu, raketnya masih berupa "bentukan kayu lapis padat dari gagang hingga ujung raket", jelas Lim Ee Kiong, Ketua Asosiasi Pickleball Singapura (SPA).
Sekarang, material inti yang sering dipakai adalah polimer sarang lebah, ujar Dominik Kuhn, pendiri Pickleball Corner Singapore. "Bahannya kuat, relatif senyap dan mudah dikendalikan."
Ada juga inti aluminium yang menyediakan kemudahan dalam mengontrol, tetapi tidak begitu bertenaga dibandingkan dengan inti polimer, tambah Kuhn. Jika kamu risih dengan suaranya, ada raket yang terbuat dari inti busa atau ditambah dengan busa melalui injeksi atau dilapisi dengan busa.
Ada tiga jenis utama dari raket pickleball: tenaga, kontrol, dan keseimbangan. Menurut Kuhn, ciri-ciri tersebut umumnya ditentukan dari ketebalan inti, material, berat, dan bentuk.
1. TENAGA
Power paddle (raket bertenaga) cenderung lebih berat dan didesain untuk gaya bermain yang lincah serta agresif. Artinya, pemain bisa memukul bola dengan lebih cepat dan lebih tinggi tanpa perlu mengeluarkan tenaga besar, sebut Kuhn.
- Bentuk: Memanjang, mendekati tinggi maksimum 17 inci
- Material raket: Serat kaca atau material komposit kaku lainnya
- Ketebalan inti: Tipis, biasanya 13mm hingga 14mm
- Berat: 240g ke atas
2. KONTROL
Inti raket yang tebal dapat meredam benturan sekaligus memperpanjang waktu kontak bola dengan raket, sehingga pukulan dapat dikontrol dengan baik, terang Kuhn.
- Bentuk: Standar atau lebih lebar sekitar 7,5 inci hingga 7,7 inci secara keseluruhan
- Material raket: Serat karbon mentah seperti T700 dan T800
- Ketebalan inti: Tebal, umumnya 15mm hingga 16mm
- Berat: 207g hingga 221g
3. KESEIMBANGAN
"Raket-raket ini punya cukup daya pantul untuk pukulan serangan, sekaligus punya daya kontrol untuk permainan santai," terang Kuhn.
- Bentuk: Antara standar dan memanjang untuk menyeimbangkan daya raih, kontrol, tenaga, dan akurasi
- Material raket: Berlapis atau hybrid
- Ketebalan inti: Antara power paddle dan control paddle, biasanya 14mm hingga 16mm
- Berat: 224g hingga 238g
Umumnya, power paddle diperuntukkan bagi permainan tunggal, sedangkan control paddle untuk ganda, kata Lim dari Asosiasi Pickleball Singapura (SPA).
Dalam permainan tunggal, power paddle mampu menghasilkan pukulan yang mengarah jauh ke net lawan. "Dalam format ganda, biasanya permainan dilakukan di area 'kitchen', dan umumnya banyak terjadi dink dan reset, sehingga control paddle lebih tepat agar bola tidak melenceng."
Untuk pemain rekreasional, Kuhn menyarankan balanced paddle (padel seimbang) dengan bahan polimer atau inti yang ditambahkan busa yang tidak terlalu berat (sekitar 224g hingga 235g), dan memiliki bentuk standar yang ramah pemula atau hybrid sudah lebih dari cukup.
"Kenyamanan, konsistensi, dan kemudahan dalam bermain, jauh lebih penting daripada peningkatan performa yang nyaris tidak terasa," ungkapnya.
Harga satu buah raket pickleball dapat mencapai S$20 (Rp278 ribu) hingga S$500 (Rp6,9 juta). "Mahalnya harga raket menunjukkan bahwa materialnya canggih, pembuatannya lebih presisi, toleransi kesalahannya ketat, serta riset dan pengembangan yang panjang," kata Kuhn.
MEMILIH RAKET PADEL DAN PICKLEBALL
Meski sama-sama berbentuk solid tanpa senar, raket untuk padel dan pickleball dirancang untuk karakter permainan yang berbeda.
Raket padel umumnya lebih tebal, lebih berat, dan memiliki lubang di seluruh permukaannya untuk menghasilkan tenaga saat memukul bola yang lebih berat. Sebaliknya, raket pickleball lebih ringan dan dioptimalkan untuk akurasi, dan refleks cepat mengontrol bola plastik yang jauh lebih ringan.
Karena perbedaan tersebut, satu raket tidak disarankan digunakan untuk kedua olahraga ini. Selain performanya tidak maksimal, penggunaan raket yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kenyamanan dan teknik bermain.
JENIS BOLA PADEL DAN PICKLEBALL
Bola padel mungkin terlihat mirip seperti bola tenis, tetapi sebenarnya tidak. Bola padel sedikit lebih kecil dan punya tekanan lebih rendah daripada bola tenis. Artinya, daya pantul lebih rendah dan lambat, sehingga reli lebih panjang.
Kemudian, ada juga bola padel tipe cepat dan lambat. Bola tipe cepat dengan tekanan tinggi menjadi pilihan yang ideal untuk menyerang dan cocok di lapangan tipe lambat, sedangkan bola tipe lambat dengan tekanan rendah memiliki kontrol yang lebih baik, reli yang lebih panjang, dan cocok di lapangan cepat.
Sementara, bola pickleball untuk dalam ruangan dan luar ruangan berbeda, baik dalam jumlah lubang, berat, maupun tingkat kekerasan untuk menyesuaikan jenis lapangan yang dipakai.
Bola pickleball untuk luar ruangan cenderung lebih keras, lebih berat (sekitar 25g), dan memiliki 40 lubang yang lebih kecil untuk stabilitas. Bola pickleball untuk dalam ruangan cenderung lebih lembut, lebih ringan (sekitar 22g) dan memiliki 26 lubang yang lebih besar untuk kontrol yang lebih baik dan lambat di lantai kayu.
MEMILIH LAPANGAN PADEL DAN PICKLEBALL
Lim dari Asosiasi Pickleball Singapura (SPA) menilai lapangan pickleball terbaik adalah yang dilengkapi dengan lantai akrilik lebih kesat sehingga bola dapat melekat ke lantai dengan baik. "Di lantai kayu pernis, bola yang sedang berputar dapat tergelincir dan memantul ke arah yang tidak seharusnya," tuturnya.
Sementara, lapangan padel klasik untuk permainan ganda memiliki luas 20m x 10m dan dikelilingi oleh kaca dan jaring pagar. Selain itu, ada juga lapangan untuk format tunggal yang berkisar 20m x 6m.
"Rasanya terlalu sempit dan rawan bahaya jika empat orang mengayunkan raketnya di lapangan khusus permainan tunggal," jelas Duarte.
"Sebaliknya, permainan tunggal di lapangan untuk format ganda akan terasa melelahkan karena lapangannya terlalu luas," tuturnya.
Berbeda dengan lapangan tenis, lapangan padel biasanya memiliki rumput sintetis dan bertaburan pasir silika halus agar bola dapat memantul dan meluncur serta menghindari cedera lutut ketika berhenti secara tiba-tiba, papar Durate.
"Lapangan tipe cepat punya sedikit pasir tetapi daya cengkeramnya lebih kuat, sedangkan lapangan tipe lambat punya banyak pasir; sehingga bola dapat 'melambung tinggi' dan kamu punya waktu untuk bereaksi."
BOLEH PAKAI SEPATU LARI?
Baik untuk bermain padel ataupun pickleball, sebaiknya jangan menggunakan sepatu lari.
"Tentu, kamu butuh sepatu lapangan," kata Lim dari Asosiasi Pickleball Singapura (SPA).
"Sepatu lari dirancang khusus untuk pergerakan lurus, sedangkan dalam pickleball (atau padel), sepatu harus punya stabilitas untuk gerakan menyamping dan solnya harus tipis agar pergelangan kaki tidak mudah terkilir. Sepatu tenis dan bulu tangkis juga cocok."
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.