Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Intip isi perjanjian damai dalam proses cerai Andre Taulany dan Erin, sepakat tak ribut harta

Kesepakatan antara Andre dan Erin juga mencakup urusan anak, meski tidak dibuka untuk publik. Anak mereka bisa bersama kedua orang tuanya kapan saja. 
 

Intip isi perjanjian damai dalam proses cerai Andre Taulany dan Erin, sepakat tak ribut harta

Pasangan artis Andre Taulany dan Rien Wartia (Erin) dalam unggahan mereka di media sosial. (Foto: Instagram/@erintaulany)

JAKARTA: Setelah melalui proses panjang dan berliku sejak tahun 2024, Andre Taulany dan Rien Wartia Trigina alias Erin akhirnya sepakat untuk mengakhiri rumah tangga mereka secara damai. Kesepakatan itu tertuang dalam perjanjian damai yang ditandatangani pada 28 Oktober 2025, dan kini menjadi dasar sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Andre, Fahmi Bachmid, menjelaskan bahwa perjanjian tersebut secara spesifik hanya mengatur kesepakatan untuk berpisah, tanpa membahas pembagian harta. 

"Isi perdamaiannya mereka sepakat untuk bercerai. Mereka sudah sepakat bahwa ini sudah tidak bisa lagi dan mereka sepakat mengakhiri pernikahannya," ujar Fahmi Bachmid di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (5/11), dikutip dari Kompas.

Dalam dokumen itu, Erin sebagai pihak termohon juga menyatakan menerima gugatan cerai dari Andre. "Mereka tidak mempermasalahkan dengan adanya gugatan ini dan dia (Erin) menerima gugatan tersebut," tambah Fahmi.

 

HARTA DIBICARAKAN KEMUDIAN

Fahmi menegaskan bahwa isi perjanjian hanya membahas perceraian, sementara urusan harta bersama akan dibicarakan kemudian.

"Terkait dengan harta dan sebagainya itu nanti akan dibicarakan. Tapi akta yang kita serahkan itu adalah murni terkait dengan perceraian saja," tegasnya.

Dengan begitu, seluruh urusan di luar status pernikahan, termasuk soal harta dan anak, akan diselesaikan secara pribadi. Meskipun sudah ada perjanjian damai, proses sidang tetap wajib dijalankan untuk memenuhi syarat administratif agar akta cerai bisa diterbitkan secara sah.

"Walaupun ada akta perdamaian, wajib harus dipenuhi oleh Andre menghadirkan bukti dan menghadirkan saksi. Karena kalau administrasi hukum tidak terpenuhi, maka tidak bisa ada keluar namanya akta cerai atau tidak bisa keluar namanya ikrar talak," lanjut Fahmi.

SIDANG CERAI

Dalam sidang pada Rabu (5/11), majelis hakim tetap meminta keterangan saksi dari pihak Andre, termasuk adik kandung dan stafnya.

"Adik dari Andre juga menjelaskan yang terkait dengan persoalan. Termasuk fakta bahwa hampir setahun Andre sudah pisah tempat tinggal," kata Fahmi.

Ia menambahkan bahwa keterangan saksi dan akta perdamaian menjadi dasar hukum dalam proses perceraian ini.

"Yang dijadikan pedoman itu adalah keterangan saksi dan juga akta perdamaian. Jadi secara yuridis mereka sudah sepakat cerai, secara administrasi hukum juga sudah terpenuhi," ujarnya.

Kesepakatan soal anak dan harta

Pengacara Erin, Malik Bawazier, mengungkap bahwa kesepakatan antara Andre dan Erin juga mencakup urusan anak dan harta, meski tidak dibuka untuk publik.

"Lalu tadi ada pertanyaan soal masalah anak. Anak tiga-tiganya diberikan kebebasan kapan pun juga dengan bapaknya dan kapan pun juga dengan ibunya," kata Malik pada Rabu (29/10), dikutip dari CNN Indonesia.

"Mengenai masalah akibat-akibat hukum terkait gana-gini sudah disepakati juga, sudah dituangkan dalam satu akta notariil. Tapi tentunya itu tidak terbuka untuk umum. Itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua, sudah sama-sama setuju," tambahnya.

Malik juga menyebut bahwa Erin yang sempat ingin membeberkan keburukan Andre di depan publik akhirnya memilih berdamai setelah proses mediasi.

"Perceraian yang diharapkan mampu membawa hikmah dan kehidupan yang lebih baik, baik untuk Andre maupun Erin," katanya. "Dengan satu poin penting, kesepakatan ini dilakukan untuk mengedepankan juga kepentingan anak-anak."

BERSYUKUR CERAI

Andre mengaku bersyukur meski keputusan berpisah tetap terasa berat baginya. Ia menegaskan akan tetap menjalankan peran sebagai ayah bersama Erin.

"Apa yang disampaikan beliau tadi sudah cukup mewakili semuanya. Intinya, ke depan kami akan tetap menjadi orang tua yang saling dukung, walaupun tidak lagi dalam konteks suami-istri. Karena kami punya anak-anak yang menjadi tanggung jawab bersama," ungkap Andre, dikutip dari Insert Live!

"Yang paling penting itu mental mereka. Mereka masih anak-anak, masih dalam masa pertumbuhan, jadi harus dapat dukungan yang baik dari kedua orang tua," lanjutnya.

Andre dan Erin menikah pada 17 Desember 2005 dan dikaruniai tiga anak pada 2006, 2009, dan 2011. Namun, sejak 2024, rumah tangga mereka mulai diuji dengan berbagai persoalan.

Andre sempat mengajukan permohonan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa pada April 2024, tetapi ditolak hakim karena alasan kurangnya bukti adanya pertengkaran terus-menerus.

Setelah beberapa kali upaya hukum dan penolakan karena masalah yurisdiksi, Andre akhirnya mengajukan kembali permohonannya ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 12 September 2025.

Kini, dengan adanya perjanjian damai tertanggal 28 Oktober 2025, proses hukum perceraian mereka akhirnya menemui titik akhir. Keputusan resmi dari Pengadilan Agama Jakarta Selatan dijadwalkan akan dibacakan pada 11 November 2025.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan