Mengapa Cak Lontong ditunjuk sebagai Komisaris Ancol?
Tidak banyak yang tahu bahwa di balik banyolannya, tersimpan ketajaman strategi komunikasi yang kini membuatnya mendapat jabatan sebagai komisaris BUMD yang bergerak di bidang pariwisata dan rekreasi itu.
Pelawak Cak Lontong dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@caklontong)
JAKARTA: Pelawak Cak Lontong kini menapaki babak baru dalam kariernya setelah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Penunjukan tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol tentang pengangkatan dan pergantian anggota Dewan Komisaris. Dalam RUPST itu, selain Cak Lontong, mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos yang diangkat menjadi komisaris.
"RUPS menyetujui pergantian anggota dewan komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis ke depan," ujar Daniel Windriatmoko, Corporate Communication Ancol, dalam keterangannya seperti diberitakan Antara, Senin (27/4).
Dalam RUPS tahunan itu, Ancol juga memaparkan laporan kinerja tahun buku 2024. Tercatat pendapatan usaha sebesar Rp1,266 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen pariwisata sebesar 75,11 persen, disusul oleh sektor real estat serta perdagangan dan jasa.
Pengangkatan pria yang lahir bernama Lies Hartono itu sebagai Komisaris Ancol turut menarik perhatian publik, mengingat kiprahnya lebih dikenal di dunia hiburan.
Lalu, mengapa Cak Lontong dapat terpilih sebagai salah satu Komisaris Ancol yang baru?
Cak Lontong resmi ditunjuk sebagai komisaris BUMD yang bergerak di bidang pariwisata dan rekreasi itu setelah membantu kemenangan pasangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 72 persen di Ancol, menyetujui pengangkatan Cak Lontong untuk memperkuat jajaran komisaris badan usaha milik daerah tersebut.
PELAWAK, INSINYUR, KINI KOMISARIS
Pria kelahiran Oktober 1970 ini sejatinya adalah seorang sarjana Teknik Elektro lulusan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Namun, kecintaannya terhadap komedi membawanya meniti karier di panggung hiburan nasional.
Cak Lontong dikenal luas melalui gaya humornya yang absurd, nyeleneh, namun tetap santun dan tidak merendahkan orang lain. Nama "Cak Lontong" sendiri diberikan karena postur tubuhnya yang tinggi menyerupai lontong, ditambah sapaan "Cak" khas pria Jawa Timur.
Dalam menyusun lawakan, Cak Lontong kerap menggunakan bahasa Indonesia baku, menciptakan peribahasa sendiri, serta bermain dengan silogisme — sebuah teknik yang membuat audiens harus berpikir keras sebelum akhirnya tergelak, menurut laporan CNN Indonesia.
Sebelum melanglang buana di dunia televisi lewat acara seperti Indonesia Lawak Club, Waktu Indonesia Bercanda, dan Pasahur, Cak Lontong mengawali karier lawaknya di grup ludruk Tjap Toegoe Pahlawan bersama rekan-rekan mahasiswa ITS lainnya seperti Agus Basman, Agus Lengki, Rahmat Hidayat, dan Jackie Rahmansyah.
Grup ini kerap menampilkan kisah-kisah legenda dan kepahlawanan yang lekat dengan masyarakat Jawa Timur pada era 1990-an.
Tak hanya sebagai pelawak tunggal, Cak Lontong juga dikenal sebagai pembawa acara, bintang iklan, serta aktor di sejumlah sinetron dan film layar lebar bergenre komedi.
Saat Pilkada Jakarta 2024, perannya dalam dunia politik pun cukup sentral. Ia dipercaya menjadi ketua tim pemenangan pasangan Pramono Anung-Rano Karno, mengusung gaya kampanye yang ceria dan menggembirakan.
Tidak banyak yang tahu bahwa di balik banyolannya, tersimpan ketajaman strategi komunikasi yang turut berkontribusi dalam kemenangan pasangan tersebut.
Kini, memasuki dunia korporasi sebagai Komisaris Ancol, Cak Lontong diharapkan bisa membawa warna baru dan kontribusi strategis di perusahaan hiburan dan rekreasi terbesar di Indonesia itu.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.