Mengapa Acha Septriasa tetap tinggal di Australia usai cerai?
Meskipun kariernya kini kembali aktif di Indonesia, Acha punya alasan sendiri terkait keputusan menetap di Negeri Kangguru.
Acha Septriasa dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@septriasaacha)
JAKARTA: Acha Septriasa menegaskan bahwa Australia tetap menjadi tempat ia menetap, meskipun jadwal syutingnya di Indonesia semakin padat dan pernikahannya dengan Vicky Kharisma telah berakhir.
Aktris berusia 36 tahun itu menyebut Negeri Kanguru sebagai rumah yang memiliki arti emosional besar dalam perjalanan hidupnya selama satu dekade terakhir.
Keputusan Acha bukan tanpa alasan. Ia sudah menjalani kehidupan di Australia selama 10 tahun, dan di sanalah ia pertama kali membangun rumah tangga serta memulai kehidupan keluarga kecilnya.
"Anakku bersekolah di sana," kata Acha Septriasa di Jakarta, Senin (27/10), dikutip dari Kompas.
Bintang film Heart itu menambahkan, rasa nyaman dan kedekatan emosional yang telah tumbuh selama bertahun-tahun membuatnya sulit untuk benar-benar meninggalkan Australia.
"Memang sense of home, rumah itu memang di sana karena pertama kali berumah tangga, pertama kali ada rumah yang tempat pulang memang di Australia. Ketika itu sudah terjadi selama 10 tahun, rasanya kok berat gitu pada saat harus meninggalkan rumah," terang Acha.
Selain itu, bagi Acha, masa depan pendidikan putrinya yang kini berusia 8 tahun, Bridgia Kalina Kharisma, adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Ia sudah memiliki strategi matang agar anaknya dapat menempuh pendidikan di lingkungan yang berkualitas hingga tingkat sekolah menengah atas.
"Aku punya strategi supaya dia bisa sekolah sampai high school di sana karena sudah beli rumah di daerah yang high school-nya bagus," beber Acha.
SELALU PILLOW TALK
Keputusan itu juga berkaitan dengan keinginannya mempertahankan status permanent resident yang selama ini sudah ia miliki. Meskipun berbasis di Australia, Acha memastikan dirinya tetap aktif berkarier dan akan terus bolak-balik antara Jakarta dan Sydney untuk berbagai proyek film.
Selain soal pendidikan dan rasa nyaman, kebahagiaan putrinya disebut sebagai pencapaian terbesar yang membuat semua perjuangan menjadi sepadan.
"Jadinya memang rasanya malah accomplished sekarang karena cita-citaku tercapai, terus anak happy karena memang enggak pisah dari teman-temannya," jelas Acha Septriasa.
Aktris film Air Mata Mualaf itu memandang bahwa dukungan orang tua terhadap kondisi emosional anak sangat penting. Ia menilai Bridgia telah menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam menyikapi keadaan keluarga mereka.
"Bridgia dewasa sekali, alhamdulillah. Jadi dia sangat menerima dan lebih mature dari kita kadang. Mungkin, ya ini jalan yang harus ditempuh, jadi saya sebagai orang tua harus lebih, lebih mengarahkan dia supaya lebih tentram hatinya. Bisa semangat lagi menjalani hidup karena sebenarnya enggak ada yang kurang kok gitu," tuturnya.
Untuk menjaga komunikasi dan kedekatan, Acha memiliki kebiasaan berbagi cerita dengan putrinya setiap malam sebagai bentuk perhatian dan dukungan emosional.
"Tuhan selalu bantu kita terus jadinya, ya mungkin harus saling lebih komunikatif heart to heart aja. Jadi sebelum tidur saya selalu ada pillow talk sama anak saya. Apa pun yang dia pengin ungkapin saya selalu dengar," ucap Acha, dikutip dari Liputan6.
Bagi Acha, keputusan untuk tetap tinggal di Australia bukan sekadar pilihan tempat, melainkan bentuk dedikasi seorang ibu yang ingin memberikan masa depan terbaik bagi anaknya di tengah perjalanan hidup baru setelah perceraian.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.