Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Ahmad Dhani hampir diusir saat Ariel bingung izin nyanyi dan Judika curhat royalti di DPR

"Ini bukan forum berbalas pantun," ujar Ketua Komisi XIII DPR kepada Ahmad Dhani yang terus menyela Ariel dan Judika. 

Ahmad Dhani hampir diusir saat Ariel bingung izin nyanyi dan Judika curhat royalti di DPR

Ahmad Dhani dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@dhaniperwakilanrakyat)

28 Aug 2025 04:46PM (Diperbarui: 28 Aug 2025 04:50PM)

JAKARTA: Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) revisi Undang-Undang Hak Cipta di DPR RI pada Rabu (27/8) mendadak panas ketika Ahmad Dhani beberapa kali menyela pembicaraan. Aksinya memicu teguran keras dari pimpinan rapat hingga nyaris berujung pengusiran.

Ketegangan muncul saat Dhani, yang merupakan anggota Komisi X DPR sekaligus perwakilan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), beberapa kali menyela pernyataan musisi Ariel NOAH dan Judika. Aksi Dhani membuat Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, sampai menegur keras bahkan mengancam mengusirnya dari forum.

Awalnya, rapat yang dipimpin Willy berjalan tertib. Namun, suasana berubah ketika Wakil Ketua Umum Vibrasi Suara Indonesia (VISI), Ariel Noah, mengutarakan keresahan para penyanyi soal mekanisme izin penggunaan lagu yang dianggap membingungkan.

"Dalam hal yang dibilang tadi komersial, dalam bentuk pensi aja sudah komersial sebetulnya kan, gitu. Apakah itu juga berlaku yang sama? Pernah disebutkan juga bahwa enggak semuanya, penyanyi kafe yang toh komersial pun, itu enggak perlu izin. Nah, itu yang bikin kita tahu bingung sebetulnya," kata Ariel, dikutip dari Kompas. 

Ia mempertanyakan klasifikasi penyanyi yang sebenarnya wajib mengurus izin sebelum tampil. 

"Jadi klasifikasinya apa sih sebetulnya? Itu penyanyi yang model mana yang perlu izin itu? Apakah yang bayarannya gede aja atau semuanya? Karena, kalau di undang-undang, itu semuanya, nggak ada klasifikasi itu. Semua penyanyi, semua yang membawakan, gitu," tambahnya.

Ariel menekankan bahwa aturan izin ini berpotensi menjadi masalah besar bagi profesi penyanyi. 

"Jadi ada pernyataan-pernyataan di mana izin itu harus diperoleh dulu sebelum pertunjukan, dan dulu tuh harus penyanyinya yang minta izin. Nah, itu yang kita pengen lebih jelas sebetulnya. Sebenarnya gimana sih? Karena apakah ini menjadi permasalahan di profesi kami sebagai penyanyi? Akan menjadi permasalahan, gitu," ucapnya.

Belum selesai, Ahmad Dhani langsung mengangkat tangan untuk menanggapi. "Pak Ketua, bisa saya jawab sebagai anggota DPR?" tanyanya.

Namun Willy menegaskan forum ini bukan tempat berdebat. "Enggak perlu jawab, kita belanja masalahnya. Ini bukan forum berbalas pantun," ujarnya.

Walaupun sudah ditegur, Dhani tetap menimpali bahwa isu yang disampaikan Ariel sebenarnya sudah pernah dibahas. 

"Iya, kemarin tapi udah diomongin itu," ucap Dhani. 

Willy lalu menekankan bahwa penyampaian Ariel penting untuk memperjelas keresahan di kalangan penyanyi. "Enggak apa-apa. Ini tadi kan juga Piyu (Padi) menyatakan hal yang sama. Jadi, ini untuk mempertegas kita," kata Willy.

Dhani pun menutup dengan berkata, "Ya sudah nanti saya chat WA sajalah Ariel."

Setelah itu, giliran Judika menyampaikan pandangannya. Ia menuturkan pengalaman pribadinya ketika membawakan lagu ciptaan orang lain.

"Kalau saya nyanyi selalu saya taruh di kontrak untuk semua lagu yang saya bawakan, harap dibayarkan royaltinya kepada penciptanya. Karena saya juga pencipta, abang saya pencipta lagu Batak di daerah, mereka juga merasakan hal yang sama," jelas Judika, dikutip dari Detik. 

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar soal izin, melainkan pengelolaan dan distribusi royalti yang tidak berjalan efektif. 

"Kalau Mas Piyu bilang harus (izin) sebelumnya, oke-oke saja. Tapi faktanya di lapangan ada hal-hal yang bikin ekosistem jadi kurang enak," ujarnya.

Ucapan itu kembali dipotong Dhani. "Kurang enaknya di mana?" tanya Dhani. Judika sempat terdiam lalu hanya berkata singkat, "Gimana?"

Dhani mengulang lagi, "Kurang enaknya di mana?"

Melihat ketegangan itu, Willy langsung menegur Dhani dengan tegas. "Mas Dhani, saya ingatkan, saya pimpinan di sini, nanti sekali lagi kami berhak juga untuk mengeluarkan jenengan dari forum," ujarnya.

Setelah suasana kembali kondusif, Judika melanjutkan penyampaian aspirasinya. Ia menekankan bahwa niat utama pencipta lagu adalah agar karya mereka bisa dinyanyikan banyak orang. Namun, jika hak ekonomi dan moral mereka dilanggar, barulah pencipta berhak keberatan.

"Dulu pertama kali mencipta lagu juga tujuan saya pasti semua lagu saya dikenal orang, dinyanyikan orang, bikin happy, tidak pernah ada yang terpikir buat saya menciptakan lagu untuk melarang," tuturnya. 

"Saya akan bisa melarang kalau hak-hak saya yang lain tercederai. Misalnya hak ekonomi tidak dapat, hak moral saya diganggu, lagu saya diacak-acak, itu kita bisa komplain,"  jelasnya.

Ia juga menambahkan, "Kalau hak ekonomi ini tidak kita dapatkan, kita harus tahu masalahnya di mana. Dan kita sudah sama-sama tahu bahwa sistem pengelolaan mekanisme royalti ini masih lemah. Itu yang harus benar-benar kita fokuskan."

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan