Film Agak Laen 2 tembus 3 juta penonton dalam 7 hari, komedinya makin matang bikin chaos di panti jompo
Film ini melesat lebih cepat dibandingkan KKN Di Desa Penari (2022) dan Agak Laen (2024), yang membutuhkan 9 hari untuk mencapai 3 juta penonton.
Poster film Agak Laen 2: Menyala Pantiku, yang masih dibintangi oleh para komika seperti film sebelumnya, yakni Bene, Boris, Jegel, dan Oki. (Foto: Instagram/@imajinari.id, @pilem.agak.laen)
JAKARTA: Film Agak Laen: Menyala Pantiku mencatat gebrakan baru di bioskop Indonesia. Dalam waktu tujuh hari penayangan sampai Rabu (3/12) sore, film ini berhasil menembus lebih dari tiga juta penonton, lebih cepat dibandingkan film pertamanya, maupun film KKN Di Desa Penari (2022).
Imajinari, selaku rumah produksi, mengumumkan angka tersebut dengan unggahan penuh antusias. "BERAPA? TIGA JUTA DIA WOYYYY!! Sampai sore ini jam 17:00, udah segini banyak weee pasukan yang ikutan nawar motor ketua @indrajegel," tulis Imajinari di Instagram.
"Dilepas gak nih harga 3 juta? Penasaran kan? Gaass ke bioskop! Kelen bikin sibuk itu kakak bioskop sobek-sobekin tiket," bunyi caption tersebut.
Menurut data dari Cinepoint per Kamis (4/12), jumlah penontonnya sudah mencapai 3.219.537 orang hingga Rabu (4/12). Rekor ini menempatkan Agak Laen 2 di posisi istimewa karena hanya butuh tujuh hari untuk menembus tiga juta penonton.
Sebagai perbandingan, film Indonesia yang sebelumnya memegang rekor tercepat menuju tiga juta penonton, yaitu KKN Di Desa Penari (2022) dan Agak Laen (2024), masing-masing membutuhkan sembilan hari.
Posisi film Indonesia tercepat yang mencapai angka tiga juta penonton masih dipegang Pengabdi Setan 2: Communion (2022) dengan waktu 5,5 hari. Namun, dengan dominasi layar yang masih kuat, Agak Laen 2 tetap berpeluang memperlebar capaian penontonnya.
Film ini sebelumnya juga memulai penayangan dengan hasil impresif, mencatat 272.846 penonton di hari pertama pada 28 November 2025. Perolehan itu melampaui film pertamanya yang meraih 181.689 penonton pada pembukaan Februari 2024.
MIRIP FORMAT WARKOP
Agak Laen: Menyala Pantiku bukan sekuel langsung, meskipun menampilkan karakter utama yang sama, yaitu Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga.
Cerita, latar, serta konfliknya benar-benar berbeda dari film pertama, sehingga penonton baru tidak perlu menonton film sebelumnya untuk mengikuti alurnya.
Konsep ini mengingatkan pada format film komedi Warkop yang selalu mempertahankan karakter tetapi menghadirkan cerita baru di setiap film.
Jika film pertamanya lebih banyak menampilkan kekacauan yang muncul secara tak sengaja dari aksi para tokoh, film kedua ini memberikan fokus lebih kuat pada misi pengejaran buronan pembunuhan anak wali kota.
Keempat tokoh mengambil peran sebagai detektif amatir yang harus menjalankan operasi penyamaran dalam situasi penuh ketegangan dan kejutan.
PANTI JOMPO MISTERIUS
Latar utama film ini adalah sebuah panti jompo yang penuh teka-teki. Panti yang menampung para lansia dengan kepribadian unik, penuh dengan rahasia tersembunyi, dan perilaku di luar dugaan membuat hamburan komedi muncul di hampir setiap adegan.
Interaksi antara Bene, Boris, Jegel, dan Oki dengan penghuni panti memicu kekacauan absurd sekaligus humor spontan yang jadi ciri khas Agak Laen.
Film ini juga menghadirkan deretan pemain pendukung seperti Ario Wahab, Priska Baru Segu, Boah Sartika, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Jarwo Kwat, Egi Fedly, dan Tissa Biani, yang memperkaya dinamika cerita.
Kisah penyamaran para tokoh detektif amatir di film ini menciptakan perpaduan tawa, ketegangan, dan sentuhan emosional dalam latar yang tidak biasa.
Film Agak Laen: Menyala Pantiku sudah tayang di bioskop sejak 27 November dan masih mendominasi layar-layar utama.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.