Adu seram film Lebaran - Mana lebih mencekam, Badarawuhi atau Siksa Kubur?
Keduanya merupakan film horor-religi yang telah meraup lebih dari dua juta penonton.
Musim libur Lebaran tahun ini diramaikan oleh dua film Indonesia yang sepertinya saling bersaing mengambil hati penonton: Badarawuhi di Desa Penari dan Siksa Kubur.
Terdapat banyak kesamaan di antara kedua film ini. Pertama, keduanya tayang di bioskop nasional pada 11 April 2024, hanya satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini tentu saja merupakan strategi pemasaran yang jitu dari kedua film ini, agar dapat meraih sebanyak-banyaknya penonton di musim libur Lebaran. Apalagi, film horor selalu mendapat tempat spesial di hati penonton Indonesia.
Film Badarawuhi sebenarnya tayang perdana pada awal April lalu di bioskop studio IMAX MCA, Westfield Century City, Los Angeles, Amerika Serikat.
Film ini juga akan tayang di bioskop-bioskop AS mulai pertengahan bulan April 2024 dengan judul "Dancing Village: The Curse Begins".
Penayangan di AS ini merupakan hasil kerja sama rumah produksi film tersebut, MD Pictures, dengan Lionsgate untuk mendistribusikan film ini secara global.
Kedua, baik Badarawuhi maupun Siksa Kubur mengusung genre horor-religi, genre yang belakangan memicu kritik di kalangan netizen karena bisa dianggap menakuti-nakuti penonton untuk menjalankan ibadah agama.
Namun, anggapan tersebut tentu kembali kepada para penonton, apakah hanya menganggap film ini sebagai hiburan belaka atau tidak.
Persamaan ketiga adalah bahwa kedua film ini sudah meraup dua juta penonton, tidak sampai 10 hari setelah penayangannya.
Sederet kesamaan ini tentu saja mau tidak mau membuat para penonton membandingkan keduanya. Sebenarnya, film mana yang lebih mencekam?
Badarawuhi di Desa Penari merupakan prekuel KKN di Desa Penari. Jika film sebelumnya disutradari oleh Awi Suryadi, maka Badarawuhi merupakan garapan Kimo Stamboel, dengan skenario yang diampu Lele Laila bersama SimpleMan.
Film itu mengisahkan Mila (Maudy Effrosina), Yuda (Jourdy Pranata), Jito (M. Iqbal Sulaiman), dan Roy (Ardit Erwandha) yang berkunjung ke sebuah desa yang dikenal dengan nama Desa Penari.
Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari tahu informasi mengenai sosok penari berparas cantik. Tidak disangka, sosok siluman berwujud perempuan penari, yang dikenal dengan nama Badarawuhi (Aulia Sarah), telah menanti kedatangan mereka.
Sementara itu, Siksa Kubur merupakan menjadi proyek horor terbaru sutradara Joko Anwar yang telah menggarap sembilan film panjang sejak debut melalui Janji Joni (2005). Film yang ditulis, digarap, dan disunting sendiri oleh Joko Anwar ini diangkat dari film pendeknya sendiri yang bertajuk sama pada 2012.
Siksa Kubur mengisahkan perjalanan Sita (Faradina Mufti) yang mencari pembenaran eksistensi agama setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena aksi teror. Sita dibantu oleh kakaknya, Adil (Reza Rahadian) yang bekerja sebagai pengurus jenazah.
Niat Sita muncul bukan hanya karena kekecewaan orang tuanya yang meninggal dunia oleh aksi orang yang mengaku berjihad atas nama agama, tetapi juga pengalaman buruk yang dialami oleh Adil.
Mengusung tema horor, kedua film ini tentu saja menghadirkan suasana mencekam. Perihal film mana yang lebih mencekam, hal itu bisa dikembalikan kepada selera masing-masing penonton.
Jika kamu menyukai film KKN di Desa Penari, yang diangkat dari thread yang viral di akun sosial media X, dulu bernama Twitter. Badarawuhi juga cocok bagi kamu yang menggemari film-film karya Kimo Stamboel sebelumnya, seperti Killers (2024), Dara (2007), dan Macabre (2009).
Sementara, jika kamu penggemar berat Joko Anwar, maka kamu tidak boleh melewatkan Siksa Kubur. Seperti film-film Joko sebelumnya, Siksa Kubur menawarkan interpretasi lebih mendalam terkait tema yang diusungnya kali ini, dan membuktikan film ini bukan hanya menjual horor belaka.
Sementara kita sibuk mengulik film mana yang lebih seram, sutradara kedua film itu tampak menanggapi persaingan ini dengan santai.
"Ngopi bersama ma Bro @kimostamboel. Ngomongin perfilman, gosip, dan kolaborasi ke depan sambil mantengin tiket sales bareng," kata Joko Anwar dalam unggahan di akun sosial media Instagram miliknya, @jokoanwar.