Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Adik Barbie Hsu curhat bangkit dari duka lewat pickleball dan dorongan sahabat

Sempat depresi, Dee Hsu ungkap pickeball membantunya dalam proses berduka kehilangan sang kakak. Kini, ia bahkan rutin bermain olahraga itu bersama sang ibu.

Adik Barbie Hsu curhat bangkit dari duka lewat pickleball dan dorongan sahabat

Presenter asal Taiwan, Dee Hsu, mengungkapkan bahwa pickleball membantunya melewati masa duka. (Foto: Instagram/elephantdee)

Presenter asal Taiwan, Dee Hsu, akhirnya kembali ke web talk show-nya Dee Girls Talk setelah hampir satu tahun vakum menyusul kepergian mendadak sang kakak, aktris Barbie Hsu.

Menariknya, ia justru mengaku bahwa olahraga yang tidak terduga, yaitu pickleball, punya peran besar dalam membantunya bangkit.

Barbie Hsu meninggal dunia akibat pneumonia saat sedang berwisata bersama keluarga ke Jepang pada Februari 2025.

Dalam beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Dee Hsu yang kini berusia 47 tahun memilih menjauh dari sorotan publik, berjuang menghadapi duka dan masa yang ia sebut sebagai salah satu titik terendah dalam hidupnya.

Dalam episode terbaru Dee Girls Talk, ia membagikan bagaimana sahabat dekatnya, model sekaligus chairperson Taipei 101, Janet Chia, serta olahraga pickleball, menjadi faktor penting yang menariknya keluar dari masa kelam tersebut.

Dee Hsu mengenang bagaimana Chia, yang saat itu sedang berada di Osaka, langsung bergegas ke Tokyo untuk menemaninya setelah mendengar kabar meninggalnya Barbie Hsu.

Beberapa waktu kemudian, saat Dee Hsu mengurung diri di rumah dan semakin tenggelam dalam depresi, Chia bersama suaminya "menyeret" dirinya keluar untuk bermain pickleball.

"Pada saat itu, aku benar-benar tidak bisa keluar rumah," kata Dee Hsu sambil menahan air mata. "Aku merasa masih butuh waktu. Aku hanya ingin tenggelam dalam kesedihan itu."

Makan bersama dan mengobrol ternyata tidak cukup untuk mengangkat suasana hatinya, apalagi sang ibu juga sedang berjuang menghadapi duka. Di situlah Chia mencoba pendekatan yang berbeda.

"Suatu hari dia bilang, 'Kamu tahu tidak, ada yang namanya pickleball?'" cerita Dee Hsu.

"Aku bilang aku bahkan tidak tahu itu apa. Dia bilang olahraga itu lebih seru dari badminton dan lebih mudah dari tenis, lalu dia bilang, Turun ke bawah dan main."

Dee Hsu menolak, tetapi Chia tidak mau menerima penolakan itu.

Ia dan suaminya datang langsung ke rumah Dee Hsu dengan membawa lakban, paddle, dan net, lalu langsung membuat lapangan dadakan di tempat.

"Kami bahkan membuat garis lapangannya sendiri dengan lakban," kata Chia. "Kami hanya ingin mencari cara supaya dia mau keluar."

Dee Hsu tertawa saat mengingat momen dirinya "dipaksa" turun dan bermain pickleball. "Dia bilang, 'Aku sekarang ke rumahmu, kamu harus langsung turun,' jadi aku pun turun."

Setelah beberapa kali bermain, bahkan sempat mendatangkan pelatih, Dee Hsu mulai merasakan perubahan.

"Aku sadar olahraga bisa mengubah suasana hati seseorang, dan perlahan aku jadi lebih ceria," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegigihan Chia benar-benar membuat perbedaan besar.

"Dia adalah orang yang tidak pernah menyerah," kata Dee Hsu. "Awalnya aku terus menolaknya, tapi dia terus menarikku keluar."

Setelah merasakan manfaatnya, Dee Hsu juga memperkenalkan pickleball kepada keluarganya, termasuk sang ibu, sehingga mereka bisa menjalani proses pemulihan bersama.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan