Dari animasi hingga horor: Rekomendasi 7 film terbaik 2024, ada favoritmu?
CNA Indonesia merekomendasikan tujuh film terbaik 2024 dari berbagai genre untuk menemani malam Tahun Baru kamu. Selain menghibur, ketujuh film ini juga sarat makna.
Rekomendasi 7 film terbaik 2024. (Foto: Instagram)
Tahun 2024 menghadirkan deretan film berkualitas yang tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman sinematik yang penuh makna.
Dari film animasi yang menyentuh hati hingga horor mendebarkan, pilihan film ini cocok untuk berbagai selera.
CNA Indonesia akan merekomendasikan tujuh film terbaik dari tahun 2024 yang bisa kamu saksikan di platform streaming.
Mulai dari cerita epik yang memacu adrenalin hingga kisah hangat yang menginspirasi, inilah waktu yang tepat untuk menghidupkan layar dan menikmati perjalanan tak terlupakan.
Baca selengkapnya, siapa tahu salah satu film ini akan menjadi favorit kamu untuk menyambut tahun baru dengan penuh semangat!
1. HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES
Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama M (Putthipong Assaratanakul) yang merasa kesulitan meraih kesuksesan melalui jalur umumnya, menempuh pendidikan lalu mencari pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak uang. M bukan terlahir dari keluarga kaya, ia merasa tidak punya akses untuk menjadi sukses.
Namun, ia punya rencana sendiri untuk menjadi sukses. Melihat sepupunya, Mui (Tontawan Tantivejakul) yang mendapat warisan rumah karena mengurusi kakek mereka sampai ajal menjemput, M pun bercita-cita menjadi perawat untuk anggota keluarga yang sudah lansia.
Pas sekali, neneknya, Amah (Usha Seamkhum), tengah didiagnosa mengidap suatu penyakit. Ia pun berniat menjadi perawat penuh waktu bagi Amah, tinggal bersamanya dan membantu segala keperluannya. Harapannya hanya satu: Amah akan mewariskan rumah padanya.
Namun, tentu saja, tidak akan mudah bagi M untuk mendapatkan keinginannya itu.
Dibumbui dengan dialog cerdas dan adegan mengharukan, How To Make Millions Before Grandma Dies adalah perjalanan sinematik yang menghibur sekaligus membangkitkan semangat.
Film ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah aset paling berharga, dan cinta keluarga adalah kekayaan yang tidak ternilai.
Bulan ini, How To Make Millions Before Grandma Dies berhasil masuk dalam daftar 15 film yang lolos seleksi awal kategori International Feature Film untuk ajang Academy Awards ke-97.
Film Thailand terlaris di Indonesia ini menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam daftar tersebut.
Film How To Make Millions Before Grandma Dies dapat disaksikan di platform Netflix.
2. CHALLENGERS
Challengers merupakan drama olahraga yang menggali dinamika cinta, persahabatan, dan ambisi dalam dunia tenis profesional.
Film ini berpusat pada Tashi Duncan (Zendaya), mantan pemain tenis berbakat yang kini menjadi pelatih penuh gairah untuk suaminya, Art Donaldson (Mike Faist).
Di masa lalu, Tashi, Art, dan Patrick Zweig (Josh O'Connor) adalah trio tak terpisahkan, tetapi hubungan mereka berubah menjadi rumit karena cinta segitiga yang intens.
Saat karier Art meredup, Tashi melihat kesempatan emas untuk mengembalikannya ke puncak dengan mendaftarkannya dalam turnamen tingkat tinggi.
Namun, situasi menjadi sulit ketika Art harus menghadapi Patrick, mantan sahabat sekaligus rival yang pernah memiliki hubungan khusus dengan Tashi.
Konflik personal dan profesional mereka menciptakan ketegangan luar biasa di dalam dan luar lapangan, mengguncang dinamika mereka yang sudah rapuh.
Dengan latar dunia tenis yang kompetitif, Challengers menunjukkan bagaimana ambisi, cinta, dan masa lalu yang belum selesai bisa memengaruhi kehidupan seseorang.
Disutradarai Luca Guadagnino, film menyabet empat nominasi pada Golden Globe ke-82, termasuk kategori Best Motion Picture – Musical or Comedy.
Challengers dapat disaksikan di platform Amazon Prime Video.
3. THE SUBSTANCE
The Substance menyajikan kisah body-horror yang mengkritik budaya patriarki di dunia hiburan, yang memandang perempuan hanya berdasarkan standar kecantikan semata.
Film ini mengisahkan Elisabeth Sparkle (Demi Moore), bintang aerobik televisi yang dipecat pada ulang tahunnya yang ke-50, untuk digantikan dengan aktris yang lebih muda dan "segar."
Untuk mengembalikan masa mudanya, Elisabeth mengonsumsi zat misterius yang dapat membelah sel dan menjanjikan peremajaan, namun dengan konsekuensi mengerikan.
Elisabeth pun digantikan oleh Sue (Margaret Qualley), namun zat tersebut menjadi pemicu pertempuran identitas dan kecemburuan antara Elisabeth dan Sue.
Di bawah arahan sutradara Coralie Fargeat, yang dikenal melalui karya sebelumnya, Revenge (2017), The Substance mengeksplorasi tema identitas, kecantikan, dan obsesi masyarakat terhadap penampilan fisik.
The Substance menerima berbagai pujian dari para kritikus, terutama atas penampilan Demi Moore yang dianggap sebagai pencapaian terbaik dalam kariernya.
Film ini juga memenangkan penghargaan Skenario Terbaik di Festival Film Cannes 2024.
Di Indonesia, The Substance dapat disaksikan di platform KlikFilm.
4. MONSTER
Monster merupakan film drama Jepang yang disutradarai oleh Hirokazu Kore-eda, yang dikenal melalui karya-karyanya seperti Shoplifters dan Broker.
Film ini mengisahkan seorang ibu tunggal, Saori Mugino (Sakura Ando), yang menyadari perubahan sikap pada putranya, Minato (Soya Kurokawa), seorang siswa kelas lima SD.
Minato mulai menunjukkan perilaku aneh dan sering bertanya, "Siapa monsternya?"
Kekhawatiran Saori meningkat, dan ia menduga bahwa Minato menjadi korban perundungan dari gurunya, Hori (Eita Nagayama).
Untuk mencari kebenaran, Saori mendatangi sekolah dan bertemu dengan Hori, yang membantah tuduhan tersebut.
Film ini kemudian mengungkapkan sudut pandang Hori, yang memiliki pandangan berbeda mengenai kejadian tersebut.
Melalui tiga perspektif yang berbeda, yakni Saori, Hori, dan Minato, film Monster menggali dinamika kompleks dalam hubungan antara guru dan murid, serta dampak dari perundungan di sekolah.
Film ini menyoroti bagaimana persepsi dan interpretasi individu dapat berbeda, bahkan mengenai kejadian yang sama.
Monster mendapatkan pengakuan internasional, termasuk penghargaan Best Screenplay di Festival Film Cannes 2023.
Dengan alur yang mendalam dan karakter yang kompleks, Monster menawarkan pengalaman sinematik yang menggugah, mengajak penonton untuk merenungkan isu-isu sosial yang relevan dalam masyarakat modern.
Monster dapat disaksikan di platform Mubi dan Apple TV+.
5. FLOW
Flow merupakan film animasi yang mengisahkan seekor kucing hitam yang hidup tenang yang berkeliaran di hutan.
Ia tinggal di sebuah rumah di tengah hutan yang tampaknya sudah lama ditinggalkan manusia.
Suatu hari, ia mencuri ikan dari kawanan anjing yang marah, namun aksi kejar-kejaran mereka terhenti saat banjir datang dengan cepat, menghancurkan rumah kucing tersebut dan mengancam seluruh habitat hewan di hutan.
Tak ada pilihan selain menyelamatkan diri.
Dalam perjalanannya, kucing hitam ini bertemu dengan berbagai hewan lain yang juga berusaha bertahan hidup, termasuk anjing yang sempat menjadi musuhnya dan seekor kapibara yang santai berlayar di atas perahu.
Bencana alam memaksa mereka untuk bekerja sama demi bertahan hidup.
Flow akan mewakili Latvia untuk kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards ke-97 atau Piala Oscar 2025.
Jika kamu pencinta kucing atau anjing, Flow jelas akan menjadi tontonan yang istimewa.
Flow dapat disaksikan di platform Mubi.
6. GODZILLA MINUS ONE
Godzilla Minus One berlatar pasca-Perang Dunia II, mengisahkan Kōichi Shikishima, pilot kamikaze yang selamat, dan Sōsaku Tachibana, seorang mekanik, yang bertemu setelah sebuah insiden dengan Godzilla.
Mereka berjuang untuk mengatasi rasa bersalah dan mencoba menghentikan Godzilla yang menghancurkan Jepang.
Setelah serangkaian pertempuran dan usaha untuk membunuh monster tersebut, Shikishima berencana melakukan serangan bunuh diri untuk mengakhiri ancaman Godzilla.
Meski demikian, setelah ledakan besar, tubuh Godzilla mulai meregenerasi, menunjukkan bahwa ancaman belum berakhir.
Menggabungkan elemen drama pasca-perang dengan aksi monster, Godzilla Minus One dipuji karena efek visualnya yang memukau untuk menciptakan versi Godzilla yang realistis dan mengerikan.
Film ini juga mengeksplorasiidentitas Jepang pasca-perang dan kritik terhadap konsekuensi dari kekuatan nuklir.
Godzilla Minus One dapat disaksikan di platform Netflix.
7. HOME SWEET LOAN
Home Sweet Loan merupakan film Indonesia yang mengisahkan perjuangan Kaluna (Yunita Siregar), seorang pegawai kantoran muda yang tinggal bersama orang tua dan dua kakak iparnya.
Sebagai anak bungsu, Kaluna sering merasa terjepit antara tanggung jawab terhadap keluarga dan impian pribadi.
Meskipun gajinya terbatas, ia bertekad untuk memiliki rumah sendiri, jauh dari keramaian rumah orang tua.
Bersama tiga sahabatnya—Miya (Fita Anggriani), Danan (Derby Romero), dan Kanendra (Ariyo Wahab)—Kaluna berusaha keras menabung dan mencari rumah impian dengan harga terjangkau.
Mereka bekerja keras, mengurangi pengeluaran, dan mencari pekerjaan sampingan untuk mewujudkan impian tersebut.
Namun, tantangan semakin berat ketika Kaluna harus membantu keluarganya yang menghadapi masalah finansial.
Situasi ini membuat Kaluna merasa terjebak, ia harus memenuhi kebutuhan keluarga dan menghidupi impiannya secara bersamaan.
Film ini menggambarkan realita kehidupan generasi sandwich dengan penuh emosi, menunjukkan bagaimana Kaluna berjuang untuk mencapai impian sambil memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.
Home Sweet Loan diadaptasi dari novel best-seller karya Almira Bastari dan telah tayang di bioskop Indonesia pada September 2024.
Home Sweet Loan akan dapat disaksikan di platform Netflix. Namun, film ini baru akan tayang secara streaming pada 30 Januari 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.