Hollywood ngamuk, 1.000 artis dan sutradara boikot Israel imbas genosida di Gaza
Aktor pemenang Oscar dan sutradara film laris Hollywood turut mendukung gerakan Film Workers for Palestine yang menyerukan perlawanan lewat jalur budaya.
Aktor Mark Ruffalo (kiri) dan aktris Olivia Colman (kanan) dalam unggahan media sosial mereka masing-masing. (Foto: Instagram/@markruffalo, @theoliviacolman_)
Lebih dari 1.000 pekerja film dunia, baik para aktris, aktor, maupun sutradara, bersatu memboikot institusi film Israel, yang "terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina."
Sikap ini dituangkan dalam sebuah surat terbuka yang dipublikasikan pada Senin (8/9) oleh kelompok Film Workers for Palestine, sebuah komunitas yang mengkampanyekan penghentian krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Di momen krisis yang mendesak ini, ketika banyak dari pemerintah kita justru mendukung genosida di Gaza, kita harus melakukan segala hal yang kita bisa untuk melawan keterlibatan dalam horor yang tak ada habisnya ini," demikian bunyi surat tersebut, dikutip dari The Guardian.
Para penandatangan, termasuk sutradara Adam McKay, aktor Mark Ruffalo, dan aktris Olivia Colman, berjanji untuk tidak menayangkan film, membintangi film, atau bekerja sama dengan bioskop, stasiun penyiaran, maupun perusahaan produksi Israel yang menurut mereka "terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina."
Kelompok ini mengatakan bahwa mereka terinspirasi oleh gerakan Filmmakers United Against Apartheid, yang pada tahun 1980-an berperan dalam perjuangan mengakhiri apartheid di Afrika Selatan.
Bulan lalu, sekelompok ahli akademik dari International Association of Genocide Scholars menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza telah memenuhi definisi hukum tentang genosida.
Menurut pejabat kesehatan di Gaza, lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas dalam perang yang dimulai ketika Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang.
Para pakar keamanan pangan juga menemukan bukti kelaparan di beberapa wilayah Gaza, klaim yang hingga saat ini terus dibantah oleh pihak Israel.
Dalam pernyataan pekan lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menyebut kesimpulan dari International Association of Genocide Scholars sebagai (hal yang) "memalukan bagi profesi hukum dan standar akademik mana pun," serta menyatakan bahwa klaim tersebut "sepenuhnya berdasarkan kampanye kebohongan Hamas dan pencucian kebohongan tersebut oleh pihak lain."
Film Workers for Palestine menjelaskan bahwa janji ini tidak melarang kolaborasi dengan individu warga Israel.
"Seruan ini ditujukan kepada para pekerja film untuk menolak kerja sama dengan institusi film Israel yang turut serta dalam pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina," tulis mereka di situs resmi.
"Penolakan ini ditujukan pada keterlibatan institusional, bukan identitas pribadi," tulis mereka, dikutip dari Majalah Rolling Stone.
Organisasi tersebut juga menambahkan bahwa meskipun ada beberapa entitas film Israel yang "tidak terlibat," mayoritas besar dari perusahaan produksi dan distribusi film, agen penjualan, bioskop, dan institusi film lainnya di negara tersebut "belum pernah menyuarakan dukungan terhadap hak-hak penuh rakyat Palestina yang diakui secara internasional."
Kelompok ini juga menyoroti bahwa festival-festival film besar Israel, termasuk Jerusalem Film Festival, masih menjalin kerja sama dengan pemerintah Israel.
Para penandatangan lainnya termasuk aktris Cynthia Nixon, Ayo Edebiri, dan sutradara film mendatang Bugonia, Yorgos Lanthimos.
Sementara, aktor Javier Bardem, aktris Susan Sarandon, dan model/aktor Indya Moore bekerja sama dengan Film Workers for Palestine melalui Instagram untuk membagikan unggahan yang menjelaskan isi janji tersebut.
Janji ini muncul setelah demonstrasi pro-Palestina di Venice International Film Festival ke-82 yang dihadiri oleh ribuan peserta.
Aksi protes ini makin meluas setelah Venice4Palestine, kelompok profesional film Italia dan internasional, merilis surat terbuka yang menuntut agar festival tersebut mengutuk kehancuran dan penderitaan yang disebabkan oleh kampanye militer Israel di Gaza.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.