

EVolusi Asia Menguak sisi lain booming kendaraan listrik
Dipublikasikan:

Menguak sisi lain booming kendaraan listrik
Permintaan global kendaraan listrik (EV) yang melonjak - beserta komponen yang dibutuhkan untuk memproduksinya - tengah mengubah lanskap dan mata pencaharian di Asia, ditandai dengan ekspansi tambang, bertambahnya kilang, dan menjamurnya pabrik.
Namun, di balik janji dekarbonisasi, tersimpan kisah yang lebih rumit.
Seiring meluasnya penggunaan EV, beragam konsekuensi muncul di seluruh kawasan — sengketa lahan di pegunungan, terpecah belahnya masyarakat, disrupsi tenaga kerja, serta belum terjawabnya pertanyaan soal penanganan limbah EV di masa depan.
Transisi ini menjanjikan harapan, tetapi implementasinya masih timpang dan belum sepenuhnya tuntas.
Para koresponden dan jurnalis visual CNA mengungkap gambaran sebenarnya di China, Filipina, Indonesia, India, Malaysia, dan Mongolia.

Mongolia
Negara ini jadi kuburan mobil hybrid asal Jepang, meninggalkan jejak baterai beracun.
Baca selengkapnya

China
Apakah cuaca dingin ekstrem akan membekukan janji manis kendaraan listrik di China?
Baca selengkapnya

India
Dari sini, upaya menggantikan logam tanah jarang di motor EV mulai menunjukkan hasil
Baca selengkapnya

China
Mengenal tangan-tangan tersembunyi di balik booming EV - dari showroom hingga bengkel
Baca selengkapnya

Filipina
Cadangan tembaga dalam jumlah besar dapat membuat negara ini menonjol dalam rantai pasok EV
Baca selengkapnya

China
Menguak kuasa China atas lithium, “minyak putih” yang krusial bagi baterai EV
Baca selengkapnya

Indonesia
Demam nikel untuk EV mengubah wajah desa-desa yang dulu tenang dan damai
Baca selengkapnya

Malaysia
Ketika chip jadi kunci penentu ambisi besar di sektor kendaraan listrik
Baca selengkapnya