Skip to main content
Iklan

Indonesia

Genjot ekonomi saat Nataru, Work from Anywhere diusulkan 29-31 Desember

Sebanyak 42,01 persen penduduk Indonesia atau sebesar 119,5 juta orang diprediksi  melakukan perjalanan pada akhir tahun 2025.

Genjot ekonomi saat Nataru, Work from Anywhere diusulkan 29-31 Desember
Para penumpang turun dari kapal saat arus mudik di Pelabuhan Ule Lheue, Banda Aceh, Indonesia, 6 Mei 2022. (EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajukan usulan penerapan skema work from anywhere (WFA) pada 29–31 Desember 2025 kepada Presiden Prabowo.

Opsi ini dibahas dalam Sidang Kabinet Merah Putih sebagai langkah untuk mengatasi potensi hambatan perjalanan keluarga selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir tahun ini.

Airlangga menilai banyak masyarakat yang hendak bepergian terkendala pekerjaan orang tua yang masih aktif pada tiga hari terakhir menjelang pergantian tahun. 

Lewat akun Instagramnya, Selasa (16/12), ia menegaskan bahwa fleksibilitas bekerja dari mana saja akan membuat mobilitas nasional lebih optimal. 

Ia juga menyinggung bahwa liburan sekolah berlangsung 22 Desember sampai 3 Januari, sehingga kebijakan WFA dianggap selaras dengan pola perjalanan masyarakat.

Usul ini muncul di tengah prediksi melonjaknya perjalanan selama libur Nataru. Airlangga memperkirakan jumlah perjalanan bisa menembus lebih dari 100 juta, mendekati volume mobilitas saat Lebaran 2025 yang mencapai 104 juta perjalanan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dikutip Kompas menyampaikan menurut survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 42,01 persen penduduk Indonesia atau sebesar 119,5 juta orang diprediksi melakukan perjalanan pada akhir tahun ini. Angka ini meningkat 2,71 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk mendukung kelancaran arus perjalanan, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif, termasuk diskon tarif tol dan angkutan hingga 30 persen. Selain itu, tersedia program diskon ritel hingga 80 persen yang diproyeksikan memperkuat konsumsi masyarakat pada periode akhir tahun.

Target perputaran ekonomi pun dipatok cukup agresif. Sepanjang 12–16 Desember, transaksi ritel diharapkan mencapai Rp34 triliun, sementara untuk periode 1–31 Desember, target ritel skala kecil berada di kisaran Rp56 triliun. Dengan demikian, total transaksi ritel selama Desember diperkirakan dapat mencapai Rp110–120 triliun.

Dalam laporan ekonomi yang disampaikan pada sidang kabinet, Airlangga menyebut sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun. Menurutnya, performa ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga meski menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan