Dilacak dan ditelepon, penumpang kembalikan bantal Kereta Cepat Whoosh yang dicuri
Bantal tahan api itu terpasang pada sandaran kursi kereta kelas premium ekonomi.
JAKARTA: Pencuri bantal Kereta Cepat Whoosh akhirnya mengembalikan curiannya setelah berhasil dilacak.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menelepon penumpang bersangkutan dan meminta mereka untuk mengembalikan bantal tahan api dengan teknologi khusus itu.
"Terakhir karena ada data (penumpang) kami telepon. Kemudian mereka datang dan mengembalikan menyampaikan permohonan maafnya," kata Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa kepada detikNews, Minggu (28 Juli).
Pelaku-pelaku itu mengembalikan bantal sandaran tersebut bersama keluarganya sesuai permintaan PT KCIC.
Perjanjian tertulis juga dibuat antara kedua belah pihak untuk mencegah pencurian ini kembali terulang.
"Serta membuat perjanjian tidak mengulangi, namun untuk efek jera atau sanksi sosial kami minta yang bersangkutan datang bersama keluarga serta kami edukasi terkait aturan dan tata tertib," jelas Eva.
Eva, lebih jauh, mengungkapkan bahwa sejauh ini, sudah ada enam kejadian pencurian bantal yang terpantau melalui 44 kamera CCTV yang terpasang pada setiap rangkaian kereta.
"Berdasarkan hasil penelusuran CCTV, terdapat oknum penumpang yang memang sengaja melepas bantal dari sandaran kursi. Dari beberapa kasus terdapat juga oknum yang diduga dengan sengaja mengambil bantal tersebut," jelasnya.
Dia menyambung bahwa enam bantal yang raib itu semuanya sudah kembali dan PT KCIC akan mengambil jalur hukum apabila hal itu terulang kembali.
Dikutip Viva, Eva meminta agar para penumpang Whoosh menjaga fasilitas publik.
PT KCIC menyesalkan perilaku penumpang yang tidak menjaga fasilitas bantal pada sandaran kursi kereta kelas premium ekonomi.
Dia menegaskan pengrusakan fasilitas kereta cepat rute Jakarta-Bandung itu pasti akan terdeteksi melalui CCTV.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini