Skip to main content
Iklan

Indonesia

'Apa dia masih hidup?': Duka Abdul Ghani mencari istri di tengah puing banjir

Ghani kemana-mana menenteng foto sang istri, berharap ada yang menemukan, setidaknya jasadnya.

'Apa dia masih hidup?': Duka Abdul Ghani mencari istri di tengah puing banjir

Abdul Ghani, 57 tahun, menangis saat mencari istrinya, Marsoni, yang hilang setelah banjir bandang di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada 2 Desember 2025. (Reuters/Willy Kurniawan)

PALEMBAYAN: Selang beberapa hari setelah hujan deras memicu banjir besar dan longsor di Sumatra, Abdul Ghani masih mencari istrinya yang hilang.

Pria 57 tahun yang tinggal di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, ini kemana-mana membawa foto istrinya, menunjukkannya kepada orang-orang, siapa tahu mereka melihatnya.

Istrinya, Marsoni, adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki setelah anak semata wayang mereka meninggal dunia tujuh tahun lalu.

Berhari-hari mencari istri yang telah dinikahinya 25 tahun tanpa hasil, harapan Ghani kian redup.

"Apa dia masih hidup? Sepertinya enggak," kata dia pada Selasa lalu (2/12). "Tapi yang saya inginkan ketemu istri saya, (walau) cuma sepotong tangannya."

@channelnewsasia

Abdul Ghani, 57, telah berhari-hari mencari istrinya yang hilang setelah banjir bandang menyapu rumah mereka di Palembayan, Sumatra Barat. Namun harapan mulai memudar. “Yang saya inginkan ketemu istri saya, (walau) sepotong tangannya,” katanya. Per 2 Desember, banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra telah menewaskan sedikitnya 753 orang meninggal, 650 lainnya masih hilang, dan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

♬ original sound - CNA

Ketika banjir terjadi, Ghani yang merupakan pedagang minuman ringan tengah bekerja di luar rumah. Warga tiba-tiba mendatanginya, mengatakan ada enam rumah yang hancur diterjang banjir, termasuk miliknya.

Orang pertama yang terlintas di benaknya ketika itu adalah istrinya. Sejak saat itu, Ghani membawa foto besar Marsoni, menunjukkannya kepada para pejalan kaki dan tim penyelamat yang bekerja menyisir puing-puing, berusaha mengevakuasi korban, baik yang selamat atau tinggal nama

"Rumah saya sudah habis semua, sudah datar dengan tanah," kata dia kepada Reuters.

Abdul Ghani, 57, memperlihatkan foto istrinya, Marsoni, yang hilang setelah banjir bandang mematikan di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada 2 Desember 2025. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (5/12), jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mencapai 846 jiwa.

Sementara korban hilang dalam bencana tersebut sejauh ini mencapai 547 jiwa dan yang terluka sedikitnya 2.700 orang.

Tersedu sedan, Ghani mengatakan hanya ingin memberikan pemakaman yang layak untuk istrinya.

"Saya punya istri, dan saya sayang dia," kata Ghani. "Tidak ada rumah, tidak ada istri. Kemana saya harus pergi?"
 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan