Skip to main content
Iklan

Indonesia

Wamenhaj Dahnil pastikan pemerintah tanggung biaya kenaikan avtur jemaah haji lewat APBN

Presiden Prabowo memutuskan kenaikan biaya haji akibat lonjakan avtur tidak dibebankan ke jemaah, dengan APBN menanggung sekitar Rp1,77 triliun.

Wamenhaj Dahnil pastikan pemerintah tanggung biaya kenaikan avtur jemaah haji lewat APBN

Ilustrasi umrah (Kementerian Haji dan Umrah Indonesia)

JAKARTA: Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp1,77 triliun dari APBN untuk menahan kenaikan biaya haji di tengah lonjakan harga avtur.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut anggaran tersebut akan digunakan untuk menanggulangi kenaikan biaya penerbangan haji yang disebabkan perang di Timur Tengah. 

Anggaran Rp1,77 triliun tersebut merupakan akumulasi dari selisih biaya penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

"Jadi kalau ditotal antara kenaikan semuanya itu, totalnya harus ditanggung APBN sekitar Rp1,77 triliun. Kita nanti lihat perhitungan ulangnya," kata Dahnil, dikutip CNN Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).

Dahnil menjelaskan kenaikan harga avtur membuat maskapai mengajukan tambahan biaya bagi jemaah haji.

Garuda Indonesia mengusulkan kenaikan sekitar Rp7,9 juta per jemaah, sementara maskapai Saudia mengajukan tambahan sekitar US$480 atau setara Rp8 juta per jemaah.

Namun, Presiden Prabowo Subianto memutuskan kenaikan tersebut tidak boleh dibebankan kepada jemaah.

"Malah justru Presiden memutuskan kenaikan-kenaikan itu akan ditanggulangi oleh APBN maupun nanti juga kita bicara dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terkait dengan pengelolaan keuangan haji," kata Dahnil.

KOMITMEN PRESIDEN PRABOWO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan pemerintah akan menanggung seluruh selisih biaya tersebut.

"Jadi tidak ada kenaikan biaya haji. 220 ribu jemaah haji dengan anggaran Rp1,77 triliun dibebankan kepada APBN. Dengan demikian tidak ada dampak bagi para peserta jemaah haji," kata Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam taklimatnya juga menyampaikan bahwa biaya haji 2026 justru berpotensi turun sekitar Rp2 juta.

"Yang kita sudah putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah bahwa pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali Pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta," kata Prabowo, Rabu (8/4).

"Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini," lanjutnya.

Prabowo menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat.

"Kita sekarang berjuang, dan Alhamdulillah sekarang antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026 antrean haji paling lama 26 tahun, dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi," tegasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew (da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan