Skip to main content
Iklan

Indonesia

Wamen Veronica: Istri berhak menolak suami, jangan banyak anak jika ingin banyak duit

Perempuan menurut Veronica memiliki hak untuk menentukan sendiri berapa anak yang ingin dimiliki.

Wamen Veronica: Istri berhak menolak suami, jangan banyak anak jika ingin banyak duit
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan (Instagram/Veronica Tan)

CILACAP: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mendorong perempuan Indonesia untuk lebih mandiri secara ekonomi dan menyadari hak atas tubuhnya sendiri, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait jumlah anak yang ingin dimiliki.

Dalam pernyataannya dilansir dari Suara.com, Selasa (29/4), Veronica menekankan pentingnya kesadaran perempuan terhadap hak reproduksi, khususnya dalam menyesuaikan jumlah anak dengan kemampuan finansial dan kondisi psikologis keluarga.

Perempuan menurutnya memiliki hak untuk menentukan sendiri berapa anak yang ingin mereka miliki.

Satu, dua, atau tiga anak, lanjut Veronica, yang penting mampu memberikan nafkah secara lahir dan batin kepada mereka.

Ia mengakui bahwa kesadaran semacam ini masih belum merata di kalangan perempuan Indonesia, berdasarkan pengamatannya selama enam bulan menjabat sebagai wakil menteri PPPA.

Pengalaman sebelumnya sebagai Wakil Ketua PKK DKI Jakarta juga memperlihatkan bagaimana banyak perempuan masih terikat pada pandangan tradisional maupun tekanan sosial dalam mengambil keputusan terkait keluarga.

“Saya sering mendengar ibu-ibu bilang, ‘nanti saya tanya suami dulu’ saat diminta mempertimbangkan program Keluarga Berencana, padahal mereka tahu kondisi keuangan tidak mencukupi untuk membesarkan banyak anak hingga berpendidikan tinggi,” ceritanya.

Wamen berusia 47 tahun itu juga menyebut banyak perempuan yang enggan melakukan KB karena faktor agama.

Veronica juga mengkritisi pandangan usang yang masih populer di masyarakat, seperti "banyak anak banyak rezeki".

Menurutnya, di era modern, kesejahteraan keluarga lebih ditentukan oleh kualitas pengasuhan dan pendidikan, bukan semata-mata jumlah anak.

"Jangan hanya mengejar kuantitas. Pemerintah memang menyediakan berbagai fasilitas, tapi tanggung jawab utama tetap ada di keluarga. Kalau mau banyak duit, jangan banyak anak, tegas mantan istri Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama itu kepada Kompas.com

Lebih lanjut, Veronica menyampaikan bahwa perempuan yang berdaya bukan berarti menyaingi laki-laki, melainkan menjadi mitra sejajar dalam membangun kesejahteraan keluarga.

Kemandirian finansial perempuan juga berkontribusi signifikan terhadap kualitas hidup rumah tangga.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan