Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral wajah Jokowi membengkak dan ruam menghitam saat ultah ke-64, sakit serius atau hanya alergi?

Warganet mengaitkan kondisi kulit Jokowi dengan Sindrom Stevens Johnson (SJS), penyakit langka yang menyerang kulit dan selaput lendir.

Viral wajah Jokowi membengkak dan ruam menghitam saat ultah ke-64, sakit serius atau hanya alergi?
Perbandingan kondisi wajah mantan Presiden Jokowi yang sedang mengalami alergi kulit. (Democrazy.id)
23 Jun 2025 09:31AM (Diperbarui: 15 Jul 2025 11:48AM)

JAKARTA: Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), merayakan ulang tahun ke-64 pada Sabtu (21/6) di kediamannya yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Namun, alih-alih hanya menjadi momen syukuran, penampilan fisik Jokowi justru mencuri perhatian publik.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial dan platform berita daring, wajah Jokowi tampak meradang dan bengkak, disertai ruam kehitaman di area wajah dan leher.

BUKAN PENYAKIT BERAT, HANYA ALERGI KULIT

Menanggapi spekulasi yang berkembang, Ajudan Pribadi Jokowi Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, memastikan bahwa kondisi tersebut hanyalah efek dari alergi kulit biasa yang sedang dalam masa pemulihan.

Terkait penampilan kulit wajah yang berubah, dia tidak menampik.

“Kondisi Bapak membaik, saat ini sedang proses pemulihan. Kalau secara visual, bisa dilihat kulit Bapak memang agak berubah, tapi tidak ada masalah serius,” jelas Syarif dikutip iNews saat ditemui di kediaman Jokowi di Solo, Minggu (22/6).

Syarif menegaskan bahwa tidak ada penyakit lain yang mendasari kondisi Jokowi, termasuk spekulasi liar terkait penyakit autoimun maupun Sindrom Stevens-Johnson (SJS).

“Secara fisik, beliau sangat-sangat sehat. Tidak ada indikasi penyakit berat apapun. Kabar soal SJS itu hoaks,” tegasnya.

Sejumlah netizen sempat mengaitkan kondisi kulit Jokowi dengan Sindrom Stevens-Johnson (SJS), penyakit langka yang menyerang kulit dan selaput lendir.

Sebagai catatan, SJS adalah kondisi medis serius yang menyerang kulit dan selaput lendir, seperti mata, mulut, hidung, hingga area genital.

Penyakit ini menyebabkan gejala seperti demam tinggi, ruam menyakitkan, lepuh berisi cairan, hingga pengelupasan kulit. Penanganan SJS memerlukan rawat inap intensif dan proses penyembuhan yang panjang hingga berbulan-bulan.

Namun dalam kasus Jokowi, tidak ada bukti medis yang mengarah ke SJS. Alergi diduga muncul usai kunjungan ke Vatikan pada akhir April 2025 lalu, di mana mantan Gubernur Jakarta itu menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan