Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral remaja di Bekasi kabur takut disunat, Damkar turun tangan

Orang tua Farid mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk membujuk, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya terpaksa menelepon petugas pemadam kebakaran.

Viral remaja di Bekasi kabur takut disunat, Damkar turun tangan

Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengejar Farid remaja berusia 15 tahun di Tambun Selatan yang kabur karena takut disunat.(Disdamkarmat Kabupaten Bekasi)

07 Jan 2026 02:02PM (Diperbarui: 08 Jan 2026 04:07PM)

BEKASI: Seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Bekasi memicu kehebohan setelah memilih melarikan diri karena menolak disunat. Peristiwa ini terjadi pada Senin 5 Januari pagi di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Jawa Barat.

Remaja bernama Farid tersebut berkali-kali menghindar saat diminta menjalani sunat. Penolakan itu dipicu rasa takut berlebihan. 

Keluarga mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk membujuk, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (damkar).

Komandan Regu Damkar Kabupaten Bekasi Hoiru Syahrial diwartakan detikNews membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga. Salah satu anggota keluarga Farid diketahui bekerja di lingkungan damkar sehingga meminta bantuan langsung ke pos terdekat.

Menurut Hoiru, Farid terus menolak saat diminta disunat sejak awal. Kondisi ini membuat keluarga kebingungan karena pendekatan persuasif tidak juga berhasil.

Petugas damkar kemudian mendatangi lokasi. Saat itu Farid diketahui bersembunyi di rumah neneknya untuk menghindari proses sunat.

PROSES DRAMATIS HINGGA FARID BERSEDIA DISUNAT

Ketika petugas tiba, situasi tidak langsung kondusif. Dari rekaman video yang beredar, suasana tampak menegangkan. Beberapa personel damkar terlihat berkejar-kejaran dengan Farid yang terus menghindar dan terlihat menangis histeris.

Proses pendekatan berlangsung cukup lama dan penuh drama. Farid bahkan mengunci diri di dalam rumah neneknya. Keluarga akhirnya mengizinkan petugas mendobrak pintu agar remaja tersebut bisa diajak bicara.

“Kemarin si bocah ngumpet di rumah neneknya. Kata keluarganya bilang ‘dobrak aja’, ya akhirnya kita dobrak. Ya prosesnya dramatis sih karena si anak juga ngamuk menolak disunat,” cerita Hoiru.

Setelah hampir satu jam didampingi keluarga dan petugas, Farid sempat dipaksa masuk ke dalam mobil damkar. Perlahan suasana mulai terkendali. Remaja tersebut akhirnya bersedia dibawa menggunakan armada Disdamkarmat menuju lokasi sunat.

“Sesudah dipaksa masuk mobil, terus dibilang keluarganya, sekalian dibawa ke mantri sunat aja. Ortunya sempat minta mamang-nya juga yang TNI dan polisi dulu, si anak nggak mau,” lanjut Hoiru.

Farid kemudian dibawa ke mantri sunat di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Setelah proses sunat selesai pada sore hari, petugas damkar mengantarkan Farid kembali ke rumah.

Hoiru menyebut biaya sunat telah disiapkan keluarga. Bahkan, pihak mantri memberikan keringanan biaya setelah mengetahui kondisi dan proses yang telah dilalui.

“Untuk pembiayaan, si keluarga sudah menyediakan. Alhamdulillah kita dapat korting. Karena saya bilang ke mantrinya ‘minta tolong, Pak, dibawa ke sini aja udah alhamdulillah’, akhirnya dikasih kortingan untuk biayanya,” tutupnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan