Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral penampakan orangutan raksasa dekat rumah warga, habitat mereka semakin tergerus?

Orangutan jantan terekam kamera mencoba bergelantungan di pohon kecil pinggir jalan, ukurannya luar biasa besar.

Viral penampakan orangutan raksasa dekat rumah warga, habitat mereka semakin tergerus?

Tangkapan layar video penampakan orangutan raksasa yang viral di media sosial. (TikTok/Khoiqul Qomarudinn)

09 Jul 2024 10:05AM (Diperbarui: 09 Jul 2024 10:07AM)

JAKARTA: Seekor orangutan jantan berhasil tertangkap kamera ketika berada di dekat permukiman warga. Video itu lantas viral, karena ukuran orangutan tersebut terlihat luar biasa besar.

Mengutip laporan media lokal, video itu awalnya diposting oleh seorang pengguna TikTok bernama Khoiqul Qomarudinn dan dibagikan ulang oleh berbagai akun di media sosial. 

Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, 'orangutan raksasa' itu berusaha memanjat pohon di pinggir jalan. Karena ukuran orangutan yang besar, pohon tersebut terlihat kecil dan sepertinya tidak sanggup menahan beban satwa itu.

Tinggi orangutan berbulu tebal tersebut terlihat setara dengan atap rumah di sampingnya. Namun beberapa pengguna X sangsi, mengatakan bahwa itu hanyalah efek kamera.

"Iya gede, tapi enggak segede rumah juga. Angle ambil gambarnya yang seolah-olah bikin si orangutan keliatan setinggi rumah," kata seorang pengguna X, @piyopikavet.

Video tersebut diduga diambil di Kalimantan Timur. Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur saat ini tengah mencari keberataan hewan itu untuk kemudian dititipkan ke sejumlah lokasi penangkaran.

Kepala BKSDA Kaltim Ari M Ari Wibawanto mengatakan ukuran tubuh orangutan dewasa memang masif, bisa mencapai bobot 180 kilogram, dua kali lipat manusia dewasa, dengan tinggi hingga 160cm.

"Kalau melihat dari bentuk fisiknya jenisnya orangutan jantan. Kalau berdiri memang setinggi itu dan ditambah bulunya yang lebat membuatnya terlihat makin besar. Sehingga terlihat lebih besar seperti setinggi pohon," kata Ari, seperti dikutip dari IDN Times.

Ari melanjutkan, orangutan jantan dewasa memang gemar mengembara, tidak seperti betina yang lebih suka berdiam di kawasan tertentu. Tidak jarang, orangutan merambah ke permukiman warga dan mencari makanan di sana.

"Mereka sudah jarang lagi memanjat pohon karena tubuhnya sudah terlalu berat. Sehingga suka memasuki pemukiman untuk mencari makanan dari manusia," kata Ari.

Orangutan adalah salah satu primata cerdas yang mampu menggunakan alat bantu untuk keseharian mereka. Bahkan penelitian baru-baru ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa orangutan mampu mengobati lukanya sendiri dengan dedaunan berkhasiat di hutan.

Orangutan jantan dewasa bisa memiliki bobot hingga 180kg. (iStock)

Para netizen mengatakan video yang viral itu menunjukkan kian tergerusnya habitat orangutan akibat pembalakan atau pemanfaatan lahan untuk pembangunan.

"Ibarat kita manusia yang nggak salah apa-apa tiba tiba digusur tanpa dikasih tempat yang layak," kata pengguna X, @babyproms.

"Semoga pihak berwenang bisa melindungi satwa tersebut yang karena keserakahan manusia, mereka kehilangan habitat tempat hidupnya dan kesulitan dapat makanan," ujar @RatnaPuspi16942.

Lembaga pelindung satwa, WWF, mencatat terdapat 3 spesies orangutan, yaitu spesies Kalimantan, Sumatra, dan yang terbaru teridentifikasi pada 2017 adalah spesies Tapanuli. Ketiga spesies ini termasuk dalam satwa yang terancam punah.

Sulit menentukan jumlah orangutan yang tersisa di alam liar, namun WWF memperkirakan ada sekitar 100.000 spesies Kalimantan, 14.000 Sumatra dan kurang dari 800 Tapanuli.

WWF melaporkan bahwa ancaman terbesar bagi orangutan adalah penggundulan hutan dan perburuan. Kalimantan sendiri, menurut data WWF, diproyeksi akan kehilangan 220.000 km persegi hutannya antara 2010 hingga 2030 akibat pembersihan lahan untuk pertanian kelapa sawit, infrastruktur atau kebakaran.

"Berita baiknya, studi menunjukkan bahwa penggundulan hutan melambat di Kalimantan. Indonesia dan Malaysia kini menerapkan peraturan yang lebih ketat untuk perlindungan hutan," ujar WWF.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini. 

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan