Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral lowongan kerja admin judol bergaji besar, Kemnaker: Jangan tergiur dan waspada

Salah satu persyaratan pekerjaan adalah kesediaan pindah ke Kamboja.

JAKARTA: Iklan lowongan kerja (loker) di Jobstreet Indonesia untuk posisi customer service (CS) di perusahaan yang diduga bergerak di judi online (judol) viral di media sosial.

Tawaran gaji fantastis hingga Rp18 juta per bulan menarik perhatian warganet setelah seorang pengguna platform X membagikan pengalaman melamarnya. 

“Ga nyangka apply Admin Judol di JobStreet. Awal tahun ada aja gebrakannya. Kocak, kemarin aku apply kerjaan di JobStreet, posisi Customer Service. Eh tapi bau-baunya 'Admin Judi Online' dong," tulis akun @navereasy, dikutip dari Kumparan, Senin (13/1).

Iklan tersebut mencantumkan posisi customer service yang ditawarkan oleh perusahaan Malaysia bernama Trend Network Technology Sdn Bhd, yang beroperasi di Jakarta.

Dengan gaji besar yang ditawarkan, @navereasy tergiur dan memutuskan untuk melamar.

Tangkapan layar akun X @navereasy yang menceritakan pengalaman viralnya melamar kerjaan admin judi online. (Instagram/athread_id)

Awalnya, ia masih berpikir positif tentang posisi dan perusahaan tersebut ketika menerima email balasan dari perusahaan itu.

“Sempat skeptis, kek ini beneran, seriusan, OMG! Yaudahlah coba searching tentang perusahaannya... Akhirnya aku reply emailnya dengan lampirin kontak WA," tulisnya.

Namun, keragu-raguan mulai muncul setelah ia menerima pesan dari nomor Malaysia yang dikirim oleh Human Resources (HR) perusahaan itu ke WhatsAppnya.

Kecurigaannya semakin kuat saat ia diminta pindah ke Kamboja sebagai bagian dari syarat kerja.

Dalam percakapan lebih lanjut, pihak HR mengajukan beberapa pertanyaan tidak biasa, seperti, "Apakah Anda familiar dengan kasino, industri game, dan bekerja pada shift malam."

Menyadari ada kaitan dengan praktik judi online, @navereasy langsung memblokir nomor HR tersebut.

REAKSI KEMNAKER DAN JOBSTREET

Menanggapi viralnya kasus ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap pemasang iklan loker tersebut.

Jika terbukti ada unsur pidana, kasus ini akan diserahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan pihaknya mendalami modus baru yang digunakan operator judi online untuk menjalankan operasinya.

“Tim Kemnaker sedang mendalami kasus ini. Sudah ada beberapa laporan masuk dengan modus serupa, memanfaatkan iklan loker untuk meminta identitas dan nomor kontak pelamar," ujarnya.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mencari pekerjaan, terutama yang menawarkan gaji besar tanpa alasan yang jelas.

“Pelajari terlebih dahulu profil perusahaan dan hati-hati terhadap iming-iming yang kurang masuk akal," sebutnya.

Sementara itu, Head of Social & PR Indonesia JobStreet by SEEK, Adham Somantrie, dikutip detikFinance, menyebutkan bahwa iklan loker tersebut telah dinonaktifkan.

Akun perusahaan Trend Network Technology Sdn Bhd juga telah disuspend karena tidak merespons klarifikasi dari pihak JobStreet.

“Iklan awalnya tidak memuat pelanggaran maupun indikasi risiko. Namun setelah mendapat laporan dan verifikasi lebih lanjut, kami langsung menonaktifkan akun perusahaan tersebut,” terangnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan