Viral kapal 'JKW Mahakam' dan 'Dewi Iriana', pemiliknya beri klarifikasi
Di tengah heboh pertambangan nikel yang disebut merusak Raja Ampat, muncul foto-foto kapal bernama mirip mantan Presiden Joko Widodo dan istrinya, Iriana.
Ilustrasi tugboat. (iStock)
JAKARTA: Media sosial belakangan dihebohkan dengan beredarnya foto-foto kapal bernama mirip mantan Presiden Joko Widodo dan istrinya, Iriana. Kemunculan foto ini bertepatan dengan kisruh pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Dalam foto-foto yang beredar, kapal berjenis tugboat dan kapal tongkang itu bernama "JKW Mahakam" dan "Dewi Iriana". Berbagai komentar di media sosial mengaitkan keberadaan kapal itu dengan pertambangan nikel di Raja Ampat.
Pemerintah sendiri telah mencabut izin empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat karena dianggap merusak lingkungan.
Penelusuran media menyebutkan bahwa ada beberapa kapal yang menggunakan nama JKW Mahakam dan Dewi Iriana. Dikutip Kompas, pemilik kapal itu adalah PT Pelita Samudera Sreeya (PSS), anak usaha dari PT IMC Pelita Logistik Tbk.
Pada Selasa (10/6), PT IMC Pelita Logistik Tbk memberikan klarifikasinya melalui akun Instagram mereka.
Mereka menegaskan bahwa penamaan kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana tersebut dilakukan "berdasarkan pertimbangan internal dan tidak merujuk pada tokoh publik mana pun". Mahakam dalam nama itu, kata mereka, mengacu pada wilayah operasional di Kalimantan Timur, khususnya sekitar Sungai Mahakam.
Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa operasional mereka tidak terlibat aktivitas pertambangan, termasuk di Raja Ampat.
"Perseroan ingin menegaskan bahwa tidak memiliki afiliasi, kepemilikan, atau keterlibatan dalam aktivitas pertambangan, termasuk yang berada di wilayah Raja Ampat," ujar pernyataan perusahaan itu.
PT IMC Pelita Logistik Tbk mengatakan bahwa mereka bergerak di bidang angkutan barang curah, khususnya produk mineral melalui penyewaan kapal kepada berbagai klien di Indonesia.
"Peran Perseroan murni sebagai penyedia jasa transportasi laut, dan kegiatan operasional kapal-kapal kami dilakukan oleh penyewa berdasarkan kebutuhan logistik mereka," ujar pernyataan tersebut.
Foto-foto yang beredar menurut mereka adalah dokumentasi lama dan tidak mencerminkan kondisi saat ini.
"Kapal yang disebut dalam pemberitaan saat ini sedang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur dan tidak terkait dengan aktivitas pengangkutan di wilayah Raja Ampat," kata mereka.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.