Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral Gudang Garam Tuban diisukan PHK massal, ada apa sebenarnya?

Para pekerja tampak berjabat tangan dengan ekspresi haru, menggambarkan perasaan sedih setelah puluhan tahun bekerja namun harus berhenti.

Viral Gudang Garam Tuban diisukan PHK massal, ada apa sebenarnya?
Kantor PT Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur. (www.gudanggaramtbk.com)

TUBAN: Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan PT Gudang Garam Tbk mendadak viral di media sosial.

Perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia itu disebut melakukan PHK besar-besaran di pabrik mitra mereka di Tuban, Jawa Timur.

Dalam proses produksi rokok, perusahaan asal Kediri ini memang menggandeng sejumlah perusahaan pihak ketiga.

Sebuah video pendek memperlihatkan momen perpisahan puluhan pekerja pabrik rokok di Tuban pada Jumat (6/9).

Para pekerja tampak berjabat tangan dengan ekspresi haru, menggambarkan perasaan sedih setelah puluhan tahun bekerja namun harus berhenti. Video tersebut langsung menuai keprihatinan publik.

Pihak PT Merdeka Nusantara mitra produksi Gudang Garam Tuban yang disebut dalam video membantah kabar PHK massal.

HRD perusahaan, Adib Musyafa, menegaskan hingga saat ini tidak ada PHK di pabrik mereka. Ia bahkan mengaku terkejut mengetahui kabar itu muncul di media sosial.

“Saya juga bingung kok ada berita PHK massal karyawan Gudang Garam di Tuban. Padahal, kami di Pabrik Tuban tidak ada PHK karyawan,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (7/9).

Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal, mengatakan pihaknya akan memverifikasi terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut. Namun jika benar terjadi, ia menilai kondisi itu mencerminkan lemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada turunnya produksi rokok.

GUDANG GARAM DALAM TEKANAN

Isu PHK mencuat saat Gudang Garam dikabarkan tengah menghadapi masa sulit.

Sebelumnya, perusahaan asal Kediri itu dilaporkan menghentikan pembelian tembakau dari ribuan petani di Temanggung, Jawa Tengah, karena stok menumpuk. Padahal, Temanggung selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tembakau terbesar dan pemasok utama industri rokok nasional.

Laporan keuangan semester I 2025 juga menunjukkan penurunan kinerja signifikan. Laba bersih Gudang Garam hanya Rp120,2 miliar, anjlok tajam 87 persen dari Rp925,5 miliar pada periode sama tahun lalu.

Pendapatan turun 11,4 persen menjadi Rp44,36 triliun, sementara laba kotor terkoreksi ke Rp3,7 triliun dari Rp5,06 triliun.

Setelah dikurangi beban usaha Rp3,41 triliun dan beban bunga Rp219,3 miliar, laba sebelum pajak menyusut menjadi Rp294,3 miliar, dan laba bersih tinggal Rp120,2 miliar.

Kinerja tersebut membuat laba per saham jatuh menjadi Rp61 per lembar, jauh dibanding Rp481 per lembar pada semester I 2024. Kondisi inilah yang memperkuat kesan publik bahwa Gudang Garam sedang tidak baik-baik saja, sehingga isu PHK massal semakin ramai diperbincangkan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan