Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral dokter kandungan di Garut lecehkan pasien, raba payudara saat USG

Dokter berinisial SF itu diduga menawarkan layanan USG gratis sebagai modus mendekati calon korbannya.

Viral dokter kandungan di Garut lecehkan pasien, raba payudara saat USG
Viral tangkapan layar video CCTV dokter kandungan di Garut yang diduga melecehkan pasiennya saat melakukan USG (Instagram/drg.mirza)
15 Apr 2025 10:41AM (Diperbarui: 15 Apr 2025 03:16PM)

GARUT: Belum reda kemarahan publik atas kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Priguna Anugerah Pratama, dunia medis Indonesia kembali diguncang dengan kasus serupa.

Kali ini, seorang dokter kandungan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya, dan aksinya terekam jelas dalam CCTV yang kini viral di media sosial.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @ppdsgramm pada Senin (15/4) memperlihatkan sosok dokter yang diduga berinisial SF tengah memeriksa seorang pasien perempuan yang berbaring di ranjang periksa.

Pemeriksaan awal dilakukan menggunakan alat Ultrasonografi (USG). Namun, dalam rekaman tersebut terlihat tangan kiri sang dokter secara perlahan berpindah ke area payudara pasien, memicu kecurigaan warganet atas tindakan pelecehan seksual.

“Kenapa tangannya lama sekali di bagian dada?” tulis salah satu komentar yang ramai dibicarakan.

Setelah rekaman itu viral, sejumlah korban mulai angkat bicara. Salah satunya, pengguna akun Instagram @faanxxxx mengungkap bahwa dirinya nyaris menjadi korban pelecehan yang sama.

Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa dokter SF kerap menawarkan layanan USG gratis melalui pesan WhatsApp—tawaran yang belakangan diketahui tidak pernah dikeluarkan secara resmi oleh pihak klinik.

“Saya hampir jadi korban. Cara USG-nya sangat tidak sopan, tangannya sempat hampir meraba area pribadi. Saya langsung lapor ke admin klinik, dan ternyata mereka membantah adanya program USG gratis. Admin juga bilang sudah banyak pasien yang mengadu mendapat pesan serupa,” tulisnya.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, turut mengonfirmasi adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada tahun 2024 lalu di sebuah klinik swasta, bukan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Saya masih harus menelusuri waktu pastinya, tapi dari informasi awal, kasus ini terjadi tahun lalu di klinik swasta. Dokter SF memang pernah bekerja sama dengan Pemkab Garut dan berdinas di RS Malangbong,” ujar Leli kepada detikJabar di Lapangan Otista, Garut, Selasa (15/4).

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Dinas Kesehatan Garut telah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan