Skip to main content
Iklan

Indonesia

Video AI 'hari pertama di neraka' banjir kecaman, termasuk dari ulama Malaysia

Beredar rangkaian video AI yang menjadi viral di media sosial, menampilkan karakter-karakter yang sedang bersenang-senang di dalam neraka.

Video AI 'hari pertama di neraka' banjir kecaman, termasuk dari ulama Malaysia

Tangkapan layar 'hari pertama di neraka' yang banyak menuai kecaman. (Youtube)

04 Jun 2025 11:39AM (Diperbarui: 05 Jun 2025 07:04AM)

JAKARTA: Sebuah video buatan teknologi AI (kecerdasan buatan) menuai kecaman di internet, baik dari netizen maupun pemuka agama. Dalam video tersebut, diperlihatkan seseorang yang berbahagia berada di dalam neraka.

Rangkaian video berjudul "Hari pertama di neraka" itu beredar di berbagai media sosial di Indonesia dan Malaysia. 

Tidak diketahui siapa pembuat prompt dari video yang diduga menggunakan teknologi AI teranyar dari Google, Veo, itu. Namun dari bahasa yang digunakan, pembuatnya diduga berasal dari Indonesia. Beberapa video juga menggunakan bahasa Sunda.

Video itu menampilkan kondisi yang disebut sebagai neraka, berwarna merah api menyala dengan kolam lava. Orang-orang dalam video terlihat ceria, berendam di dalam lahar yang mendidih.

"Hari pertama di neraka guys, bareng teman lama gw, ternyata masuk neraka juga," ujar karakter dalam video tersebut.

Video lainnya memperlihatkan seolah-olah karakter tengah berwisata di neraka. 

"Nah, ini namanya kolam rebus dosa. Biasanya bagi yang suka ngambil korek temen. Tapi tenang, cuma 3.000 derajat kok, anget-anget kuku lah ya. Pokoknya guys, neraka itu panas, asal hati adem, semua aman," ujar karakter tersebut.

Video itu lantas menuai kecaman di berbagai platform media sosial. Seorang pengguna di X mengaku muak dengan penggambaran neraka seperti itu.

"Cemas plus MUAK BGT sampe ada yg bikin suasana neraka pake AI generate. NERAKA LOH INI NERAKA!! Bisa-bisanya dibercandain sebercanda itu!" tulis dia.

Netizen lainnya di TikTok mengatakan bahwa neraka seharusnya tidak jadi bahan lelucon. 

"Kalau dengar neraka, takut sekali kubayangkan betapa panasnya ... kena minyak panas saja sudah sakit sekali," ujar pengguna TikTok.

Okta Wirawan, pengusaha asal Indonesia, turut mengomentari video itu di tengah perjalanan hajinya di Masjidil Haram, Mekkah, Arab saudi.

Dia mengatakan bahwa para sahabat Nabi wajahnya pucat dan gemetar, bahkan pingsan, ketika mendengarkan ayat-ayat tentang neraka.

"Mereka yang paling mulia pun takut hanya karena mendengar ayat tentang neraka, tapi hari ini kita malah tertawa," kata Okta.

"Ini bukan soal lucu atau enggak, ini soal hati yang sudah mulai keras, tak lagi gemetar dari azab Allah."

Sebuah video komentar di TikTok menyandingkan video AI neraka tersebut dengan kata-kata Ustaz Adi Hidayat yang mengaku heran ada orang yang menjadikan neraka sebagai lelucon.

"Saya tuh bingung ya, neraka kok dijadikan candaan ... padahal neraka itu ditampilkan sebagai ancaman yang mengerikan," kata Adi Hidayat.

Ketua MUI Utang Ranuwijaya angkat bicara, mengatakan video tersebut adalah upaya pendangkalan akidah Islam karena "terlalu menyederhanakan gambaran api neraka".

"Dari sisi ajaran Islam, ini bisa termasuk kategori perbuatan yang menyesatkan umat dan menodai ajaran agama," kata Utang kepada CNA Indonesia.

Komentar pedas juga datang dari Azhar Idrus, tokoh agama dari Malaysia, ketika menanggapi pertanyaan jemaah soal video tersebut.

Azhar bahkan mengatakan bahwa jika pembuat video itu seorang Muslim, maka dia telah keluar dari Islam alias murtad.

"Kalau dia orang Islam, dia kafir. Karena meringan-ringankan Allah, meringan-ringankan janji Allah dan azab Allah. Hukumnya murtad, haram ditanam di kuburan orang Islam," tegas Azhar.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan