Victor Hartono, pewaris Djarum dan anak taipan terkaya Indonesia dicekal ke luar negeri, kasus apa?
Victor adalah putra sulung konglomerat Robert Budi Hartono, pemilik Grup Djarum dan pemegang saham mayoritas Bank Central Asia (BCA).
JAKARTA: Kejaksaan Agung (Kejagung) mencekal lima orang dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurangan pembayaran pajak perusahaan atau wajib pajak pada periode 2016–2020.
Kelima orang yang dicegah adalah:
- Ken Dwijugiasteadi, mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu),
- Victor Rachmat Hartono, Direktur Utama PT Djarum,
- Bernadette Ning Dijah Prananingrum, Kepala KPP Madya Dua Semarang,
- Heru Budijanto Prabowo, konsultan pajak, dan
- Karl Layman, pemeriksa pajak muda di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Benar, Kejaksaan Agung sudah meminta pencekalan terhadap beberapa pihak tersebut,” ucap Kapuspen Kejagung Ketut Sumedana kepada Bisnis Indonesia, Kamis (20/11).
Pencekalan berlaku sejak 14 November 2025 hingga 14 Mei 2026, atau selama enam bulan ke depan. Kasus ini diduga melibatkan oknum pegawai pajak di Kementerian Keuangan yang melakukan praktik pengurangan pembayaran pajak perusahaan tertentu secara tidak sah.
“Kasus ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi memperkecil pembayaran perpajakan perusahaan atau wajib pajak periode 2016–2020,” jelas Ketut.
Kabar pencekalan tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, yang memastikan permintaan Kejagung sudah dilaksanakan.
“Betul, dan sudah kami laksanakan sesuai permintaan tersebut,” ujar Agus.
SIAPA VICTOR RACHMAT HARTONO?
Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Victor Rachmat Hartono, putra sulung konglomerat Robert Budi Hartono, pemilik Grup Djarum dan pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA).
Ia merupakan generasi ke-9 keluarga Hartono dan saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Djarum sejak 1999 serta President Director Djarum Foundation, lembaga filantropi grup raksasa tersebut.
Keluarga Hartono kerap menduduki posisi orang terkaya di Indonesia, berdasarkan peringkat majalah Forbes, dengan total kekayaan US$50,3 miliar (sekitar Rp841 triliun).
Menurut profil LinkedIn-nya, Victor memulai karier di Djarum sebagai management trainee (1994–1995). Ia lulusan University of California, San Diego dengan gelar di bidang teknik mesin, dan meraih MBA dari Northwestern University – Kellogg School of Management pada 1998.
Grup Djarum sendiri mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait pencekalan Victor.
“Kami baru mengetahui kabar pencekalan dari media,” ungkap Corporate Communication Manager Djarum Group, Budi Darmawan, kepada Suara.com.
“Betul, kami belum menerima surat resmi dari Kejagung maupun Dirjen Imigrasi,” tandasnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.