Izin vaksin campak dewasa terbit, dokter magang dan nakes jadi prioritas
Kemenkes memprioritaskan tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.
Virus campak (iStock)
JAKARTA: Izin vaksin campak untuk orang dewasa akhirnya keluar, menandai perubahan strategi pemerintah dalam menekan lonjakan kasus.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa.
Menyusul kebijakan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung memprioritaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, menyampaikan langkah ini dipicu meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah.
“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka, dikutip iNews saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (8/4).
Kebijakan tersebut juga diambil setelah meninggalnya dokter magang Andito Mohammad Wibisono akibat tertular campak di Cianjur.
NAKES DAN DOKTER MAGANG JADI PRIORITAS
Total sasaran prioritas vaksinasi dewasa mencapai sekitar 290 ribu orang.
Rinciannya terdiri dari 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.
Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship alias magang juga masuk dalam kelompok prioritas.
Adapun provinsi dengan kasus campak tertinggi meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Jambi.
Rizka memastikan stok vaksin nasional dalam kondisi mencukupi untuk mendukung program tersebut.
Hingga minggu ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR tercatat mencapai 9,8 juta dosis, cukup untuk kebutuhan sekitar 5,5 bulan ke depan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan keputusan perluasan penggunaan vaksin campak untuk orang dewasa telah melalui kajian ilmiah ketat.
Ia menambahkan BPOM juga telah berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan keamanan, kualitas, dan efektivitas vaksin.
Persetujuan tersebut mencakup vaksin MR, MMR, serta vaksin campak tunggal dari produsen Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), dan Merck Sharp Dohme (MSD).
Dengan kebijakan ini, pemerintah memiliki opsi lebih luas dalam mencegah penyebaran campak yang selama ini lebih difokuskan pada anak-anak.
Kelompok orang dewasa yang berisiko tinggi tertular adalah tenaga kesehatan, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta orang dengan penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, dan pasien HIV.
Adapun kelompok yang rentan menularkan antara lain tenaga kesehatan dan tenaga medis, orang yang merawat lansia, serta orang yang merawat pasien dengan komorbid
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.