Usai kerusuhan, halte Transjakarta Senen Sentral ganti nama jadi Jaga Jakarta
Beberapa bagian halte yang terbakar sengaja tidak direnovasi sebagai pengingat bahwa publik adalah pihak yang paling dirugikan akibat tindakan anarkistis.
JAKARTA: Halte Senen Sentral berganti nama menjadi Halte Jaga Jakarta. Pergantian nama ini dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus menandai kembali beroperasinya halte pascakerusuhan dan demonstrasi akhir Agustus lalu yang berujung pada pembakaran fasilitas umum.
Halte Senen Sentral sebelumnya menjadi salah satu halte Transjakarta yang dibakar massa tidak bertanggung jawab saat aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap kepolisian dan DPR pada 29 Agustus. Kondisi halte ketika itu rusak parah.
PERUBAHAN NAMA DAN PESAN MORAL
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, perubahan nama halte dilakukan agar publik selalu teringat pentingnya menjaga fasilitas umum.
“Kenapa perubahan nama ini dilakukan? Karena sebagai bagian bersama-sama menjaga Jakarta. Supaya kejadian itu tidak terulang kembali,” ujarnya usai meninjau halte Jaga Jakarta dan Halte Senen Toyota Rangga, Senin (8/9), dikutip Republika.
Pramono juga mengungkapkan bahwa sebagian bagian halte yang terbakar sengaja tidak direnovasi.
“Kalau dilihat, bagian atas itu memang disengaja. Tiang yang dulu bekas terbakar dan melengkung, itu memang tidak direnovasi,” jelasnya.
Di dalam halte, pengunjung bisa melihat instalasi berupa sisa-sisa benda yang terbakar, dipajang di dalam kotak kaca. Instalasi tersebut berisi puing tembok, blok beton, mesin tap in–tap out, kipas angin, hingga televisi. Di bawahnya dipajang kronologi peristiwa kebakaran halte, lengkap dengan foto-foto sejak saat terbakar hingga renovasi selesai.
Pameran sisa kerusakan itu dimaksudkan sebagai pengingat bahwa publik adalah pihak yang paling dirugikan akibat tindakan anarkistis dalam demonstrasi.
Menurut data, total ada 22 halte Transjakarta yang mengalami kerusakan akibat aksi demonstrasi pada pekan lalu, baik halte Bus Rapid Transit (BRT) maupun non-BRT, ditambah satu pintu tol. Dari jumlah itu, tujuh halte terbakar dan dijarah.
Halte yang hangus dibakar sebanyak yaitu Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, dan Halte Gerbang Pemuda.
Warga Jakarta kemudian bergotong royong membersihkan halte-halte rusak pada 1 September dalam sebuah aksi sosial bertajuk “Jaga Jakarta.”
Kini, seluruh halte Transjakarta telah kembali beroperasi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.