Skip to main content
Iklan

Indonesia

Pilgub Jakarta 2024: Netizen bongkar kembali cuitan bernada 'mesum' Ridwan Kamil dan Pramono Anung

Beberapa tweet masih ada, beberapa sudah dihapus namun keburu di-screenshot netizen, yang menyebut Pilkada Jakarta 2024 menjadi tempat "orang-orang mesum berkumpul."

Pilgub Jakarta 2024: Netizen bongkar kembali cuitan bernada 'mesum' Ridwan Kamil dan Pramono Anung

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpasangan dengan Suswono untuk bertarung dalam Pilkada Jakarta 2024. (Photo: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

Cuitan lama dua calon gubernur di Pilkada DKI 2024, Pramono Anung dan Ridwan Kamil, yang berbau mesum diungkit kembali netizen dan ramai-ramai dikritik.

Pilgub DKI Jakarta ini diprediksi ada tiga pasangan calon; Ridwan Kamil-Suswono yang diusung oleh 15 partai politik termasuk Gerindra dan disebut Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDI-Perjuangan, dan calon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana. 

Ridwan Kamil dan Pramono Anung sedang jadi sorotan netizen imbas beberapa kicauan lawas mereka. Yang diungkit netizen itu ada yang masih bertahan ada yang sudah terhapus. 

"Cewek berbaju seksi itu aneh, dilihatin dibilang kita kurang ajar, kalau kita cuekin, dibilang kita homo #Nyantai ah," kicau akun @pramonoanung.

"Kesamaan LOKET dan TOKE*.. Kalau pengen tahu sama2 DIINTIP #nyantai ah..," lanjut Pram pada 12 November 2010.

"Dari Bandung menuju Jkt, mudah-mudahan tidak bertemu PAMER SUSU MONTOK (PAdat MERayap SUsul MenyuSUl MObil roNTOK). #nyantai ah," ujarnya. 

Sementara RK pernah berkicau pada 9 Juni 2010, "Dada Paha Rata" sebagai singkatan dari DPR. 

Akun @ridwankamil pada 20 Juli 2010 juga pernah menulis, "betenya menyusuri kemacetan Jakarta. Jam seginih koq masih pamer susu sih. (Padat merayap susul menyusul)."

"#zamansd ngintip rok pake serutan pensil yang ada cerminnya," cuit Ridwan Kamil pada 12 September 2010. 

"Tips Bank: Sebelum buka rekening, lihat ukuran lingkar dada customor service anda. Kalau terlalu besar, curigai. Segera pindah ke bank lain. #MD," kicau mantan Gubernur Jabar itu pada 1 April 2011.

Selain cuitannya yang mesum ini, Ridwan Kamil juga dikritik karena pada 9 Juni 2010, mantan wali kota Bandung dan gubernur Jawa Barat itu menyebut "Dewan Penipu Rakyat #DPR". Cuitan ini menjadi bahan pembicaraan setelah di-repost oleh aktor Fedi Nuril.

Fedi menulis, "Kepada Yth. @ridwankamil. Ternyata Bapak seorang visioner. Bagaimana rasanya tetap ikut berkompetisi di pilkada akal-akalan ala Dewan Penipu Rakyat ini?"

Beberapa tweet yang hilang pun sudah keburu di-screenshot netizen dan menjadi jejak digital. Kritik pun ramai dicuitkan di sosial media. 

"Mantap ini Pilkada DKI, hahahah orang-orang mesum berkumpul," kata warganet @ghifa121610. Cuitan dengan nada serupa mengkritik Ridwan Kamil dan Pranomo Anung dengan mudah ditemukan di Twitter. 

Mantan Sekretaris Jenderal PDIP dan Sekretaris Kabinet Indonesia dalam kabinet Presiden Joko Widodo, Pramono Anung, melambaikan tangan kepada wartawan sesaat setelah mendaftar sebagai calon gubernur DKI Jakarta di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, Jakarta, Indonesia, 28 Agustus 2024. (Photo: CNA/Danang Wisanggeni)

Soal kicauan-kicauan lama itu, Pramono Anung mengaku hanya bercanda.

"Jadi era di tahun 2010, orang-orang yang bermain Twitter itu eranya adalah era bercanda, seperti TikTok sekarang," kata dia, di kantor KPU DKI Jakarta, Rabu (28/8). 

Menurut dia, pada masa itu banyak masyarakat yang melakukan hal serupa.

"Itu pake 'hashtag nyantai ah' dan itu semuanya tentang becandaan yang rame dan saya yakin juga semua pada generasi itu melakukan hal yang sama. Jadi itulah yang terjadi pada saat itu," jelasnya, dikutip dari media lokal, Kompas. 

"Apakah saya menyesal melakukan itu? Enggak, karena saya tidak sama sekali pernah untuk menghujat seseorang, merendahkan orang," dalihnya.

Pria yang masih menjabat Sekretaris Kabinet itu juga tak menyebutnya sebagai pornografi. 

"Kemudian juga pornografi ndak ada, bahwa kemudian ada kata-kata yang sedikit guyonan memang ada dan itu saya bertanggung jawab terhadap hal itu," ucapnya.

Sementara, RK mengaku khilaf atas kicauan-kicauannya di masa lalu dan mengajak netizen move on.

"Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X). Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas. Kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir," dalihnya, dalam unggahan pada Minggu (25/8) pukul 20.54 WIB.

"Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marah-bahkan julid," imbuh dia.

"Maafkan aku yang dulu. Mari kita move on," tutupnya.

Cuitan lama Ridwan Kamil dan Pramono Anung yang langsung menjadi viral ini menunjukkan bahwa jejak digital di Indonesia sulit untuk dihapus dari ingatan publik.

Netizen tampaknya memiliki ingatan yang panjang tentang apa yang pernah dicuitkan oleh para pejabat dan tokoh politik di media sosial pribadi mereka, bahkan lebih dari satu dekade yang lalu. 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan