Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral turis India mencuri handuk, hair dryer, kimono, hingga keset dari hotel Bali

Keempat tamu sempat membantah, namun kemudian meminta maaf setelah pemeriksaan barang bawaan menemukan sejumlah fasilitas kamar milik resor.

Viral turis India mencuri handuk, hair dryer, kimono, hingga keset dari hotel Bali

Tangkapan layar video turis India yang diduga mencuri barang-barang Asvara Resort Ubud. (TikTok/infodenpasarterkini1)

DENPASAR: Kasus dugaan pencurian fasilitas hotel oleh empat turis asal India di sebuah resor di Ubud, Bali, berakhir damai setelah seluruh barang dikembalikan kepada pihak manajemen.

Peristiwa itu terjadi di Asvara Resort Ubud, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, pada Minggu (19/4) sekitar pukul 10.00 Wita. Rekaman yang memperlihatkan kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

"Kejadiannya Minggu, 19 April 2026 pukul 10.00 WITA di Asvara Resort Ubud," ungkap Kepala Seksi Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita dikutip DetikBali, Selasa (21/4).

Menurut Suardita, keempat turis itu telah menginap sejak 16 April 2026. Mereka memesan dua kamar dan tinggal selama tiga hari dua malam sebelum menjalani proses check-out pada 19 April.

Persoalan mulai terungkap saat staf hotel memeriksa kondisi kamar setelah tamu bersiap meninggalkan penginapan. Dari pemeriksaan itu, petugas housekeeping menemukan sejumlah fasilitas kamar tidak lagi berada di tempatnya.

Pihak hotel lalu menghentikan proses check-out untuk meminta penjelasan dari para tamu. Awalnya, mereka disebut tidak mengakui telah membawa barang-barang milik resor.

BARANG DITEMUKAN DI KOPER

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dengan persetujuan para tamu, pihak hotel menemukan fasilitas resor berada di dalam koper mereka. Barang-barang yang disebut sempat dibawa meliputi handuk mandi, handuk kolam, hair dryer, kimono, keset, box remote TV, hingga peralatan makan.

"Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen hotel yang selanjutnya menghentikan proses check-out untuk dilakukan klarifikasi," kata Suardita.

Setelah pemeriksaan berlangsung, keempat turis tersebut akhirnya mengakui telah mengambil sejumlah barang tanpa izin dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak manajemen hotel.

Suardita mengatakan persoalan itu kemudian diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi internal. Seluruh barang yang dibawa disebut telah dikembalikan, sehingga manajemen hotel memutuskan tidak melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum.

"Permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan dengan kesepakatan bahwa seluruh barang dikembalikan dan tidak dilanjutkan ke proses hukum. Setelah itu, pihak hotel tetap mengizinkan para tamu untuk melanjutkan proses check-out," pungkasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew (da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan