Tuduhan nepotisme jadi Plh Sekda Medan, ini komentar paman Bobby Nasution
Kinerja Benny Sinomba Siregar akan dievaluasi oleh Wali Kota Bobby Nasution setelah 10 hari menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Medan
MEDAN: Benny Sinomba Siregar akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi penunjukannya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Medan oleh keponakannya Wali Kota Bobby Nasution.
Saat ditanyakan soal tudingan nepotisme, Benny hanya tersenyum.
Birokrat berusia 51 tahun itu meminta untuk menanyakan alasan penunjukannya kepada Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman.
"Ya saya mungkin, Pak Wakil (Aulia Rachman) mungkin bisa menjawab lebih baik," kata Benny dikutip CNN Indonesia saat menghadiri acara Hari Buruh di Medan, Rabu (1 Mei).
Untuk program ke depan setelah menjabat Plh Sekda Kota Medan, Benny mengaku belum ada karena masih baru beberapa hari menduduki posisi Plh Sekda Kota Medan.
Wakil Wali Kota Aulia Rachman sendiri mengaku dialah yang mengusulkan pengangkatan Benny sebagai Plh Sekda.
"Jadi saya sebagai wakil mengusulkan Pak Benny, saya lihat kinerja waktu beliau kerja di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)," ucap Aulia Rachman dikutip detikNews.
Politikus partai Gerindra memuji pencapaian Benny yang berhasil meningkatkan pendapatan daerah kota Medan dengan signifikan.
Dia menambahkan bahwa Benny akan menjabat sebagai pelaksana harian selama 10 hari.
Kinerja Benny akan dievaluasi oleh Bobby setelah menantu Presiden Joko Widodo itu pulang dari umrah.
Aulia menyebut Benny tetap akan menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, posisi terakhirnya sebelum dipromosikan sebagai Plh Sekda.
Benny diketahui adalah paman Bobby dari pihak ibunya.
Karirnya di birokrasi Medan meroket setelah Bobby menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Dia ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)/Bapenda pada Desember 2021
Hampir dua tahun bertugas, Benny kemudian dipromosikan Bobby sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan pada November 2023.