Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tuai kecaman, pendakwah Gus Elham minta maaf cium anak-anak perempuan

Tagar dan seruan “Selamatkan anak-anak dari dugaan aksi pedofilia” ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Tuai kecaman, pendakwah Gus Elham minta maaf cium anak-anak perempuan
Pendakwah muda Mohammad Elham Yahya Luqman atau yang dikenal sebagai Gus Elham. (Instagram)

JAKARTA: Perilaku pendakwah muda asal Kediri, Jawa Timur, Mohammad Elham Yahya Luqman atau yang dikenal sebagai Gus Elham, menuai kecaman luas setelah videonya mencium anak-anak perempuan di bawah umur saat pengajian viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Gus Elham terlihat bertanya kepada seorang anak perempuan, “Kamu boleh dicium sekali lagi nggak?” yang dijawab polos oleh sang anak, “Boleh.”

Aksi tersebut sempat disambut tawa jemaah di lokasi, namun publik mengecam keras tindakan yang dinilai tidak pantas dan berpotensi melanggar etika serta perlindungan anak.

Tagar dan seruan “Selamatkan anak-anak dari dugaan aksi pedofilia” pun ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Gus Elham lahir di Tarokan, Kabupaten Kediri, pada 8 Juli 2001. Ia merupakan cucu dari almarhum KH. Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Pesantren Al Ikhlas Kaliboto, yang membuatnya dikenal sebagai bagian dari keluarga pesantren terkemuka di Jawa Timur.

Namun, reputasinya kini tercoreng akibat video yang dianggap mencederai nilai moral dan akhlak seorang pendakwah.

KEMENAG DAN PBNU KECAM PERILAKU TAK PANTAS

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas, terutama karena pelaku dianggap tokoh agama.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” kritik Romo Syafi’i, dikutip dari Antara, Selasa (11/11).

Ia menambahkan bahwa anak-anak di bawah umur termasuk dalam kelompok yang dilindungi oleh negara, dan perilaku seperti itu tidak dapat ditoleransi.

Romo Syafi’i juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan madrasah dan pesantren ramah anak melalui Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.

“Intinya agar anak-anak di madrasah dan pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menyesalkan perilaku Gus Elham.

Ketua PBNU Alissa Wahid menegaskan bahwa tindakan yang merendahkan martabat manusia, apalagi terhadap anak-anak, adalah pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah bil hikmah.

“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” tekan Alissa.

GUS ELHAM MINTA MAAF

Usai videonya viral dan menuai kecaman publik, Gus Elham akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram @fuadbakh pada Selasa (11/11).

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Elham Yahya Al-Maliki memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan pribadi,” ucapnya.

Ia berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga dan menegaskan bahwa anak-anak dalam video viral tersebut berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing.

“Anak dalam video viral tersebut adalah mereka yang dalam pengawasan orang tuanya dan rutin mengikuti pengajian saya,” tambahnya.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan