Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gubernur Pramono ungkap alasan tarif Transjakarta harus naik jadi Rp5.000

Tarif Rp3.500 sudah berlaku selama hampir 20 tahun. 

Gubernur Pramono ungkap alasan tarif Transjakarta harus naik jadi Rp5.000
Halte Petukangan D'MASIV. (dok. TransJakarta)

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan alasan di balik rencana kenaikan tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per perjalanan. 

Ia menilai, tarif lama sudah tidak relevan dan terlalu murah jika dibandingkan dengan kota-kota penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

“Sekarang ini subsidinya setiap tiket sebenarnya sudah di atas Rp9 ribu. Kan enggak mungkin kalau kemudian ini kita sangga sendirian terus-menerus,” jelas Pramono, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Senin (27/10).

Ia menambahkan, tarif Rp3.500 sudah berlaku selama hampir 20 tahun atau sejak 2005, sehingga sudah saatnya disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan biaya operasional terkini. 

“Nanti saatnya pada saat yang tepat kami akan umumkan mengenai hal itu,” katanya.

SUBSIDI TETAP DIBERIKAN, FASILITAS TRANSJAKARTA DIPERBAIKI

Pramono memastikan, meski tarif akan naik, subsidi tetap diberikan dan lebih tepat sasaran. 

Pemerintah Provinsi DKI akan menyalurkan subsidi khusus untuk 15 golongan masyarakat, seperti aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, difabel, dan lansia. Golongan tersebut akan tetap dapat menikmati layanan Transjakarta secara gratis.

Selain menyesuaikan tarif, Pramono menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dan fasilitas menjadi fokus utama. 

“Fasilitasnya sekarang kita perbaiki, bahkan tahun ini bus listrik Jakarta yang sebelumnya hanya beroperasi 200, sekarang akan beroperasi sampai dengan 500 bus listrik,” ujarnya.

Ia berharap, peningkatan fasilitas dan layanan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. Dengan begitu, ketergantungan pada kendaraan pribadi dapat berkurang dan polusi udara di Jakarta menurun secara signifikan.

Kenaikan tarif ini juga diharapkan tidak membebani anggaran pemerintah daerah, mengingat biaya operasional Transjakarta terus meningkat. Berdasarkan data Transjakarta, tarif reguler sebesar Rp3.500 saat ini hanya menutup sekitar 14 persen dari total biaya operasional.

Adapun tarif khusus pada jam ekonomi (pukul 05.00–07.00 WIB) tetap berlaku sebesar Rp2.000 per perjalanan, sementara pada waktu-waktu tertentu Transjakarta juga kerap mengadakan promo tarif Rp1 untuk memperingati hari-hari tertentu.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan