Transjabodetabek Bekasi-Cawang meluncur, Gubernur Pramono Anung kaji perluasan hingga ke Bogor
Tingkat penggunaan transportasi umum di wilayah Jabodetabek masih rendah yaitu hanya 22,1 persen.
JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan layanan baru Transjabodetabek untuk rute Vida Bekasi–Cawang, dalam sebuah seremoni yang digelar di Halte Transjakarta Cawang Sentral, Kamis (15/5).
“Trayek baru ini memiliki panjang lebih kurang 42 kilometer, dengan lima titik pemberhentian — empat di wilayah Bekasi dan satu di Jakarta,” beber Pramono dilansir dari situs Pemprov Daerah Khusus Jakarta saat peresmian.
Pada tahap awal operasional, sebanyak 12 armada bus disiapkan dengan jadwal keberangkatan setiap 10 menit pada jam sibuk, dan setiap 20 menit di luar jam sibuk.
Tarifnya pun cukup ramah di kantong yaitu hanya Rp2.500 sebelum pukul 07.00 WIB, dan Rp3.500 setelahnya.
Selain itu, 15 golongan masyarakat tetap mendapatkan akses gratis sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak hanya fokus pada efisiensi biaya, layanan ini juga diharapkan mampu menekan angka penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong peralihan ke moda transportasi publik.
Saat ini, tingkat penggunaan transportasi umum di wilayah Jabodetabek masih berada di angka 22,1 persen.
“Target kami setiap tahun naik lima persen. Harapannya, pada akhir 2029 nanti, jumlah pengguna transportasi umum bisa mencapai 40 persen. Kalau itu tercapai, kemacetan di wilayah ini pasti akan jauh berkurang,” ujar Pramono optimis.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan rencana pengembangan rute-rute baru, termasuk rute dari Pantai Indah Kapuk (PIK) ke Blok M, serta usulan pembukaan trayek dari Kota Bogor menuju Cibubur yang saat ini masih menunggu persetujuan dari Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
Sebelumnya, rute Blok M–Alam Sutera yang baru dioperasikan telah menunjukkan tren positif.
“Setiap hari, lebih dari 2.200 penumpang memanfaatkan layanan tersebut. Di akhir pekan bisa mencapai 3.500 penumpang. Ini bukti bahwa masyarakat antusias terhadap transportasi umum yang nyaman dan terjangkau,” tambahnya.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transportasi publik, Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan lahan-lahan tidur untuk dijadikan fasilitas park and ride guna mendukung kelancaran operasional Transjabodetabek.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut menyampaikan dukungannya terhadap pembukaan rute Vida Bekasi–Cawang.
Ia menilai layanan ini sangat bermanfaat bagi warga Bekasi, baik dari sisi efisiensi biaya maupun dampak lingkungan.
“Kalau biasanya warga harus merogoh kocek Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per hari untuk perjalanan pulang-pergi ke Jakarta, sekarang mereka punya alternatif yang jauh lebih hemat dan nyaman. Ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara,” ucap Tri.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.