Tragedi KMP Tunu: Data manifes tak valid, banyak penumpang tak tercatat
Warga negara asing asal Malaysia, Fauzi Bin Awam, saat ini masih hilang namun namanya tidak masuk dalam manifes kapal nahas itu.
DENPASAR: Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Rabu malam (2/7), kini berbuntut panjang.
Pencarian terakhir pada Senin sore (7/7) melaporkan total jumlah korban meninggal terbaru mencapai 7 orang. Sedangkan 1 mayat lainnya yang ditemukan pada Minggu (6/7) belum terhitung karena masih dalam proses identifikasi.
Jumlah penumpang yang masih hilang tercatat 27 orang.
Dugaan kuat muncul bahwa data manifes penumpang kapal tersebut tidak valid.
Sejumlah korban yang selamat maupun hilang ternyata tidak tercatat dalam dokumen resmi manifes.
Kondisi ini dikuatkan oleh kesaksian keluarga korban. Salah satunya adalah Erna, warga Banyuwangi, yang hingga kini masih mencari keberadaan anaknya, Daniar (21), yang naik kapal melalui jasa travel.
"Anak saya penumpang, namanya Daniar, enggak ada dalam data manifes," kata Erna diberitakan CNN Indonesia saat ditemui di Posko Terpadu Pelabuhan Ketapang.
Erna baru mengetahui putranya menjadi salah satu korban kapal tenggelam pada pagi harinya, setelah diberitahu oleh pihak travel. Ia langsung menuju pelabuhan, namun tidak menemukan nama Daniar di daftar penumpang resmi.
Meski demikian, Erna belum menyerah. Ia masih bertahan di lantai 2 ruang tunggu pelabuhan, berharap ada kabar baik dari tim SAR gabungan.
"Semoga anak saya selamat, saya akan di sini sampai ketemu," ucapnya.
NAMA TAK TERCATAT, WN MALAYSIA JUGA JADI KORBAN
Kisah serupa juga datang dari seorang warga negara asing asal Malaysia, Fauzi Bin Awam. Sang istri, Yatini, datang ke Pelabuhan Ketapang untuk mencari suaminya yang disebut ikut dalam rombongan travel menuju Bali.
"Suami saya sebagai penumpang travel, dari Genteng, Banyuwangi mau ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Dia mau ke Malaysia, dia asli orang Malaysia," kata Yatini.
Namun saat diperiksa, nama suaminya juga tidak masuk dalam manifes resmi penumpang kapal.
Menurut Yatini, hanya sopir travel yang tercatat, sementara para penumpang lain tidak didaftarkan secara individu.
Kondisi ini tidak hanya menimpa Daniar dan Fauzi. Sejumlah nama yang tercatat sebagai korban selamat maupun meninggal juga tidak terdata dalam manifes resmi KMP Tunu Pratama Jaya.
Contohnya Abu Khoir, yang selamat dalam insiden ini, tidak ditemukan dalam manifes penumpang. Hal yang sama terjadi pada Fitri April (33), yang tercatat sebagai korban meninggal dunia, namun namanya juga tidak tercantum dalam dokumen manifes.
Tim SAR gabungan mengakui adanya kekacauan data dan menyatakan proses penelusuran masih berlangsung. Masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang ikut dalam kapal tersebut, diminta datang ke Posko Terpadu di Pelabuhan Ketapang.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, mengatakan pendataan manual sementara terus dilakukan untuk menampung laporan dari keluarga korban.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, juga menyoroti ketidakakuratan data manifes ini. Ia menyebut pihaknya bersama Basarnas sedang melakukan evaluasi dan pendalaman.
"Kita akan melakukan konfirmasi ulang. Apakah memang ada penumpang yang tidak tercatat. Dan apakah ada penumpang yang selamat tapi tidak melaporkan," kata Dudy usai rapat evaluasi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.