Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tragedi bunuh diri Universitas Udayana, Menteri HAM Pigai: Bullying terjadi di segala lapisan

Universitas Udayana diminta tegas menghukum para pelaku bullying terhadap Timothy Anugerah Saputra. 

Tragedi bunuh diri Universitas Udayana, Menteri HAM Pigai: Bullying terjadi di segala lapisan

Ilustrasi korban bullying. (iStock/78image)

JAKARTA: Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyoroti tindakan bullying dalam kasus kematian mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22 tahun).

Menurutnya, kasus bullying masih terjadi hampir di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga universitas.

“Bullying ini terjadi di mana-mana. Mulai dari SD ada bullying, SMP ada bullying juga, SMA ada tindakan bullying. Universitas ada tindakan bullying. Masyarakat umum juga tindakan bullying,” katanya diwartakan Kumparan di Gedung Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Bali, Jumat (24/10).

Pigai meminta seluruh pimpinan, terutama di tingkat pendidikan, melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap sistem pencegahan kekerasan atau bullying.

Di tingkat universitas, para rektor diminta melaksanakan pedoman Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Penanganan Kasus Kekerasan di Perguruan Tinggi.

“Jadi jangan hanya setelah keluar penerapan kemudian diam. Harus terus diawasi, dilakukan pembinaan, penerapan, diskusi, dialog, pemantauan, dan evaluasi sehingga kita bisa meminimalisir tindakan bullying yang terjadi,” tekannya.

Timothy diduga tewas dengan cara bunuh diri setelah melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Universitas Udayana, 15 Oktober lalu. Belum diketahui penyebab pasti mahasiswa berusia 22 tahun itu bunuh diri, namun ia diduga mengalami bullying sebelum kematiannya.

Menteri berusia 49 tahun itu mendesak Universitas Udayana untuk menghukum para pelaku bullying terhadap Timothy

Ia menegaskan bahwa rasa keadilan harus berpihak kepada korban, keluarga, dan masyarakat.

“Pertama, oleh korban; kedua, oleh keluarga terdekatnya; dan ketiga, oleh publik secara luas."

Pigai menyambung bahwa saat ini polisi sedang memeriksa ponsel Timothy untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Hari ini kami pastikan pihak kepolisian sedang melakukan scientific investigation, memeriksa handphone, nomor komunikasi terakhir, dan alat komunikasi lain yang terkoneksi untuk menemukan bukti atau fakta baru,” tutupnya.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan