Tiang-tiang monorel Jakarta mangkrak 18 tahun, bagaimana cara Gubernur Pramono bereskan?
Tiang-tiang proyek yang gagal itu dinilai merusak estetika Jakarta.
JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sejumlah ruas jalan ibu kota.
Menurutnya, keberadaan tiang-tiang beton yang tersebar di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, hingga kawasan Senayan, Jakarta Selatan, telah merusak wajah kota.
“Kalau Anda melewati Rasuna Said atau Senayan, pasti melihat kolom-kolom monorel yang mangkrak sejak bertahun-tahun lalu. Semua orang tampaknya enggan menyentuh persoalan ini, padahal menurut saya, ini harus segera diselesaikan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota, Selasa (20/5), seperti dikutip dari Republika.
Ia menilai, selama ini tidak ada pihak yang mau menyentuh masalah itu lantaran tak mau pusing memikirkannya. Namun, ia menegaskan, masalah itu mesti diselesaikan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak berencana melanjutkan proyek monorel.
Gubernur berusia 61 tahun itu menyebut kehadiran LRT dan MRT sudah cukup mewakili mimpi lama Jakarta untuk memiliki moda transportasi massal modern.
"Bagi pemerintah Jakarta, ini sangat mengganggu. Tiang-tiang yang tidak berfungsi itu akan diapakan? Apakah dibersihkan? Apakah dibuat apa? Tentunya harus ada keputusan untuk itu, gak bisa dibiarkan begitu saja dari waktu ke waktu," ujar dia.
Ketika ditanya soal solusi konkret, Pramono mengaku masih menunggu kajian dan keputusan dari berbagai pihak terkait.
SEJARAH PROYEK YANG GAGAL TOTAL
Tiang-tiang monorel yang kini menjadi "monumen kegagalan" tersebut berasal dari proyek yang diluncurkan pada 2004 di era Gubernur Sutiyoso.
Saat itu, PT Adhi Karya dipercaya membangun sistem transportasi monorel yang digadang-gadang akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga.
Bahkan, tiang pancang pertama sempat diresmikan langsung oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Namun proyek ini terhenti pada 2007 karena konflik hukum antara kontraktor dan pelaksana proyek.
Setelah vakum selama bertahun-tahun, proyek monorel kembali dihidupkan pada 2013 oleh Gubernur Joko Widodo melalui kerja sama dengan PT Jakarta Monorail.
Peletakan batu pertama dilakukan dengan harapan baru.
Sayangnya, hanya enam bulan berselang, proyek kembali menemui jalan buntu karena tidak adanya kesepakatan Pemprov Jakarta dan pihak investor.
Wacana pembongkaran tiang-tiang monorel sebenarnya sempat mengemuka di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun rencana tersebut kandas setelah negosiasi dengan PT Jakarta Monorail gagal mencapai titik temu terkait nilai kompensasi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.