Skip to main content
Iklan

Indonesia

Teror kepala babi ke kantor Tempo, Dewan Pers kecam sebagai aksi intimidasi terhadap jurnalis

Kepala babi yang telinganya telah terpotong itu ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik Tempo dan host siniar Bocor Alus Politik (BAP).

Teror kepala babi ke kantor Tempo, Dewan Pers kecam sebagai aksi intimidasi terhadap jurnalis
Ilustrasi jurnalis (iStock/Faisal Amu)
21 Mar 2025 08:48AM (Diperbarui: 21 Mar 2025 09:13AM)

JAKARTA: Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengecam aksi pengiriman kepala babi ke Kantor Tempo sebagai bentuk kekerasan terhadap pers Indonesia.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk teror dan intimidasi yang bertujuan menakut-nakuti jurnalis.

"Pengiriman kepala babi dengan mengatasnamakan Cica BAP (Bocor Alus Politik) adalah tindakan kekerasan terhadap pers," kecam Ninik melalui keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (20/3)

Ninik menilai tindakan semacam ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terpojok tetapi tidak mau bertanggung jawab.

"Ini jelas teror, intimidasi secara langsung untuk menakut-nakuti," tekannya.

Ninik mengimbau pihak-pihak yang keberatan terhadap pemberitaan media tanah air untuk menempuh jalur yang ada yaitu menggunakan hak jawab yang tersedia.

"Gunakan hak jawab tersebut sebaik-baiknya," pesannya.

KRONOLOGI KAMIS MENGGEGERKAN

Kiriman paket teror kepala babi tanpa nama pengirim tersebut tiba di Kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta Selatan, pada 19 Maret.

Paket itu dibungkus dalam kotak kardus berlapis styrofoam ditujukan kepada Cica yang merupakan nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik Tempo dan host siniar Bocor Alus Politik (BAP).

Cica sendiri baru kembali dari liputan bersama koleganya sesama host Bocor Alus, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran, dan baru mengambil paket itu pada 20 Maret.

Ia kemudian membawa kotak kardus tersebut ke dalam kantor Tempo.

Ketika styrofoam dibuka, Hussein yang dari awal sudah curiga dengan isi paket melihat bahwa isinya adalah kepala babi.

“Sudah tercium bau busuk ketika kardus dibuka,” kata Hussein diberitakan Tempo.

Cica, Hussein, dan beberapa wartawan Tempo lainnya kemudian segera membawa kotak itu keluar gedung kantor.

Setelah seluruh lapisan pembungkus dibuka, terlihat ada kepala babi yang masih ada darahnya dengan kedua telinga yang telah terpotong.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengecam pengiriman paket tersebut sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers.

"Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini," ucapnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan