Skip to main content
Iklan

Indonesia

Terlilit lakban jelang dinas ke Helsinki, misteri kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayungan

Polisi masih mendalami kemungkinan bunuh diri, pembunuhan, atau kematian mendadak karena alasan medis.

Terlilit lakban jelang dinas ke Helsinki, misteri kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayungan
Arya Daru Pangayunan (Instagram/ddaru_chee)
09 Jul 2025 03:21PM (Diperbarui: 10 Jul 2025 12:27PM)

JAKARTA: Duka menyelimuti Kementerian Luar Negeri RI

Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda ditemukan meninggal dunia dalam kondisi janggal di kamar indekosnya di kawasan elite Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Korban, pria 37 tahun asal Yogyakarta yang bertugas di Direktorat Perlindungan WNI, rencananya akan menjalankan penugasan diplomatik di Helsinki, Finlandia, pada akhir bulan ini.

Tragisnya, wajah Arya dililit lakban kuning, sementara tubuhnya terbungkus selimut biru tua di atas tempat tidur.

Polisi menyatakan belum ada tanda kekerasan fisik, namun penyebab kematiannya masih misterius.

“Korban ditemukan di atas tempat tidur, kepala tertutup lakban, wajah tidak terlihat. Ditutupi selimut,” ungkap kerabat korban, Iyarman Waruwu, dikutip Kaltim Post.

DITEMUKAN TAK BERNYAWA USAI TAK BISA DIHUBUNGI ISTRI

Kematian Arya pertama kali diketahui setelah sang istri yang sedang berada di luar kota merasa khawatir karena suaminya tidak memberikan kabar sejak malam sebelumnya.

Ia lalu meminta penjaga indekos untuk memeriksa kamar Arya secara langsung.

“Istrinya curiga karena tidak bisa menghubungi. Lalu minta tolong penjaga kos buka kamar. Ditemukan sudah tidak bernyawa,” ujar Iyarman.

Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rheza Rahandhi, menyebutkan bahwa tidak ditemukan barang milik korban yang hilang, dan kamar dalam keadaan terkunci dari dalam saat jenazah ditemukan.

Lakban yang melilit kepala dan wajah korban kini dijadikan barang bukti, dan telah dibawa ke laboratorium forensik.

Selain itu, polisi juga menyita dompet korban, bantal, pakaian terakhir yang dikenakan, serta sejumlah obat sakit kepala dan lambung yang ditemukan di lokasi.

Hingga kini, tiga orang saksi telah diperiksa, dan jenazah Arya dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi.

Arya dikenal sebagai sosok diplomat muda yang berpengalaman dalam misi luar negeri.

Alumni Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pernah bertugas di KBRI Yangon, Dili, dan Buenos Aires.

Di media sosial, Arya juga aktif membagikan aktivitasnya. Akun Instagram miliknya memiliki lebih dari 1.800 pengikut, dengan bio yang menuliskan kecintaannya pada dunia penerbangan dan traveling.

Hingga laporan ini diturunkan, penyebab pasti kematian Arya belum diketahui.

Polisi masih mendalami kemungkinan bunuh diri, pembunuhan, atau kematian mendadak karena alasan medis.

“Kami belum bisa simpulkan apakah korban dibunuh atau tidak. Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur Rheza.

“Apakah lakban itu dipasang sendiri atau oleh orang lain, itu yang masih kami dalami,” imbuhnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan