Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tokopedia benarkan PHK massal karyawan usai diakuisisi TikTok

TikTok mengakuisisi Tokopedia sebesar lebih dari 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23,4 triliun pada 31 Januari 2024. 

Tokopedia benarkan PHK massal karyawan usai diakuisisi TikTok

Logo TikTok dan Tokopedia (AFP/Getty Images/Yasuyoshi Chiba)

14 Jun 2024 12:24PM (Diperbarui: 14 Jun 2024 12:32PM)

JAKARTA: PT Tokopedia, perusahaan e-commerce dalam negeri, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawannya setelah 75% saham perusahaan berpindah ke TikTok.

Jumlah pekerja yang terkena PHK oleh perusahaan e-commerce dalam negeri ini tidak diumumkan spesifik berapa.

ByteDance, pemilik mayoritas saham Tokopedia, dilaporkan Kompas.com berencana mengurangi jumlah karyawan dalam divisi e-commerce, termasuk periklanan dan operasional, yang dinilai memiliki fungsi ganda.

Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia, Nuraini Razak, ketika dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (14 Juni), menjelaskan bahwa perusahaan telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu disesuaikan setelah merger dengan TikTok Shop.

Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur organisasi.

“Setelah penggabungan TikTok dan Tokopedia, kami telah mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan,” ucapnya.

Nuraini menekankan PHK ini merupakan bagian dari strategi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan e-commerce anak usaha ByteDance.

Dia menambahkan bahwa pegawai yang terkena dampak pemutusan kerja ini akan mendapatkan dukungan penuh selama masa transisi.

Sebelumnya, ByteDance dilaporkan akan melakukan PHK besar-besaran terhadap 450 karyawan di divisi e-commerce di Indonesia setelah mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia.

Ini berarti sekitar 9% dari total 5.000 karyawan ByteDance di Indonesia yang dicopot.

Menurut sumber anonim Bloomberg, PHK massal direncanakan akan dimulai bulan Juni, meskipun angka pastinya masih dalam pembahasan dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan situasi.

ByteDance menguasai 75,01% saham Tokopedia, sementara 24,99% sisanya dimiliki oleh GOTO.

TikTok Shop kini dioperasikan di bawah bendera Tokopedia setelah akuisisi tersebut dengan nama ShopTokopedia.

Sebagai bagian dari kesepakatan akuisisi, ByteDance menggelontorkan dana sebesar US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 23,4 triliun) ke Tokopedia.

Akuisisi rampung pada 31 Januari 2024, dengan Tokopedia telah didekonsolidasi dari laporan keuangan GOTO.

Pada Februari sebelumnya, dalam paparan publik, nilai pasar Tokopedia sebelum investasi ByteDance diperkirakan mencapai Rp 9,41 triliun atau sekitar 606 juta dollar AS.

Indonesia merupakan pasar strategis bagi ambisi e-commerce ByteDance yang bersaing ketat dengan Shopee milik SEA dan Lazada yang dimiliki Alibaba.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan