Skip to main content
Iklan

Indonesia

Tambang runtuh di Cirebon tewaskan 19 orang, pencarian korban terjebak terus berlanjut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan lokasi runtuhnya tambang tersebut berbahaya dan "tidak memenuhi standar keselamatan bagi pekerja".

Tambang runtuh di Cirebon tewaskan 19 orang, pencarian korban terjebak terus berlanjut

Pemandangan drone dari operasi pencarian dan penyelamatan setelah runtuhnya batu di sebuah tambang di Cirebon, Jawa Barat, (30/5) dalam gambar diperoleh dari media sosial. (Foto: Andrea Ramadhan via Instagram/via Reuters)

JAKARTA: Runtuhnya batu di sebuah tambang di Cirebon, Provinsi Jawa Barat, telah menewaskan 19 orang, melukai delapan orang, dan enam orang masih hilang, kata polisi pada Minggu (1/6).

Badan pencarian dan penyelamatan, Basarnas, mengatakan pihak berwenang melanjutkan pencarian mereka pada Minggu untuk orang-orang yang terjebak di reruntuhan setelah keruntuhan pada Jumat.

Polisi mengatakan mereka telah menetapkan dua tersangka atas pelanggaran hukum lingkungan dan karena tidak menyediakan peralatan keselamatan serta karena kelalaian.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam keterangannya mengatakan akan menyelidiki penyebab runtuhnya tambang dan melakukan asesmen untuk mengidentifikasi potensi longsor susulan.

Pemandangan drone operasi pencarian dan penyelamatan pasca runtuhnya batu di sebuah tambang di Cirebon, Jawa Barat, Indonesia pada 30 Mei 2025 dalam gambar diperoleh dari media sosial. (Foto: Andrea Ramadhan/Instagram via Reuters)

Kabupaten Cirebon rawan terjadi pergerakan tanah, terutama saat curah hujan di atas normal, sementara area runtuhan memiliki lereng tebing, kata kepala badan geologi kementerian ESDM, Muhammad Wafid, dalam keterangannya.

Wafid mengatakan metode penggalian yang digunakan di area tambang terbuka dan lereng yang curam mungkin juga berperan dalam keruntuhan tersebut.

"Saat melakukan upaya evakuasi dan pencarian, (penyelamat) harus memperhatikan cuaca dan lereng yang curam, dan tidak melakukan aktivitas saat dan setelah hujan deras, karena area ini masih berpotensi terjadi longsor susulan yang dapat menimpa atau mengubur petugas," kata Wafid.

Lokasi keruntuhan pada hari Jumat di Cirebon berbahaya dan "tidak memenuhi standar keselamatan bagi pekerja", Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memposting di Instagram.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan